Koran Pemuda Indonesia
Uang Dalam Rekening Tiba-tiba Hilang, Nasabah Bank BNI Cabang Cirebon Lapor ke Polisi

Cirebon - Koran Pemuda, (14/04/2021) Seorang nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Cirebon, Neneng merasa kehilangan uang tabungannya yang berada didalam rekening

Resmi Kini Polresta Cirebon Dibawah Pimpinan Kombes Pol Arif Budiman

Kab. Cirebon - Koran Pemuda, (17/06/2021) Kombes Pol Arif Budiman, S.I.K, M.H, resmi memimpin Polresta Cirebon menggantikan Kombes Pol M. Syahduddi, S.I.K, M.Si.

Belasan Rumah di Jatiyoso Kab. Karanganyar Tertimbun Longsor, Balai Desa Wonokeling Hampir Rata Dengan Tanah

Karanganyar - Koran Pemuda, (02/01/2021) Tanah longsor terjadi di Desa Wonokeling Kecamatan Jatiyoso Kabupaten Karanganyar akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Jatisoyo Kamis sore (01/04/2021) hingga malam hari

135 Desa di Kab. Cirebon Langsungkan Pilwu Serentak November 2021 Mendatang

Kab. Cirebon - Koran Pemuda, (30/03/2021) Dijelaskan H. Imam Ustadi, S.Si, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cirebon, 135 yang tersebar di 38 Kecamatan diwilayah Kabupaten Cirebon akan melangsungkan Pemilihan Kuwu (Pilwu) Serentak pada November 2021 mendatang

Paguyuban Wartawan Cirebon Raya (PWCR) Jalin Sinergitas Dengan DPP FSPC

Cirebon - Koran Pemuda, (28/03/2021) Paguyuban Wartawan Cirebon Raya (PWCR) yang diketuai oleh Sudarto, bersilaturahmi dan jalin sinergitas dengan Forum Silaturahmi Pemuda Cirebon (FSPC) untuk membangun Cirebon menuju arah yang lebih baik.

Sidang Perkara Dugaan Pencaplokan Lahan Adat Masyarakat Bondau Oleh PT. Bintang Permata Dengan di Forum Persatuan Temenggung dan Punggawa Kab. Melawi

Melawi, Kalbar - Koran Pemuda (28/05/2021).
Forum Persatuan Temenggung dan Punggawa Kabupaten Melawi, mengadakan penyelesaian gelar perkara persengketaan lahan masyarakat Bondau, Kecamatan Ella, Kab Melawi terhadap pihak perusahaan sawit PT. Bintang Permata Khatulistiwa (BPK).

Adapun peserta yang menghadiri kegiatan persidangan tersebut, dari FPTDP Bpk. Inton (Ketua Forum), Jhon Yudha,S.Sos. (Sekretaris FPTDP), Samion Ujek,S.Ap. ( Ketua Temenggung Adat Dayak Kab. Melawi), Toro Widodo (Biro hukum), H.Haidir (Biro Hukum), H. M. Noh, (Penasehat FPTDP) dan Temenggung serta Punggawa lainnya yang ada di Kab. Melawi, yang sempat hadir.
Hadir juga di antaranya pihak perusahaan  PT.BPK., Bpk, Agus Aritonang sebagai (Estate Manager PJ) dan Bapak Agung (Mgr Humas) Dkk, beserta pihak pelapor, Pihak Media yang ikut berpartisipasi dalam penyelesaian gelar perkara tersebut yang di laksanakan di Sekretariat Forum Temenggung di Kab Melawi, dan tetap menjaga pratokol kesehatan Covid-19.

Salah satu perwakilan tokoh masyarakat melaporkan pihak perusahaan kepada Forum Persatuan Temenggung dan Punggawa Kab. Melawi, sengketa lahan yang terjadi di Dusun Bondau Desa Ella Hulu Kecamatan Menukung Kabupaten Melawi.

Masyarakat mengaku tidak pernah menyerahkan lahan namun lahan tetap diambil alih oleh pihak perusahaan sudah di gusur bahkan di tanami sawit, agar melalui Forum ini dapat membantu kami menyelesaikan sengketa lahan yang terjadi. Ucap pelapor saat penyerahan sepenuhnya di acara persidangan.
Saat di jumpai Awak Media beberapa perwakilan masyarakat yang tidak mau di =sebut namanya menyampaikan bahwa 
"kami warga masyarakat tidak pernah menyerahkan lahan sengketa tersebut yang kami miliki seluas 7 hektar dan lokasi atau lahan tanah adat itu kepada pihak manapun apalagi kepada pihak perusahaan PT. BPK, namun ada oknum lain yang menyerahkan kepada perusahaan yang mengatasnamakan kami sepengetahuan kami". Ucapnya

"kami juga sangat mengeluhkan juga taman tumbuh berupa karet, tanaman buah-buahan dan lain-lain yang berada di lokasi lahan tersebut  habis tergosor, di tebang bahkan sampai sudah di lakukan penanaman sawit, oleh pihak perusahaan PT. BPK., pada waktu pengosoran awal kami sudah ingatkan agar tidak melakukan pengosoran karna masih sengketa, masih bermasalah dan belum di selesaikan dan saat itu tidak di lakukan tapi sangat di sayangkan kami di kemudian hari tanpa kami ketahui pada tahun 2019 pihak perusahaan mengosor kembali lahan kami tersebut tampa ada penyampaian kepada kami pemilik lahan sah, sehingga kami mau mengolah dan berladang pun tidak bisa karena sudah di serobot (rampas) pihak perusahaan". Ucap Pelapor dengan sangat kesal.

Dari hasil sidang adat yang di selengarakan oleh Forum Persatuan Temenggung dan Punggawa Kabupaten Melawi, memutuskan; atas dasar pertimbangan dan permintaan pihak perusahaan PT. BPK, maka akan meninjau dan mengcroscek lahan secara langsung sesuai dengan titik koordinat di lapangan secara bersama, baik itu pihak Pengurus Adat, Pihak Perusahaan, Pihak Pemilik Lahan dan didampingi dari pihak Keamanan TNI - Polri, Serta Para Rekan-rekan Media Kelak, dengan waktu dan hari akan di sesuaikan dengan jadwal kesiapan bersama. Antara pihak perusahaan dan Pengurus Adat. Ucap Ketua FPTDP Kab. Melawi, Pak Inton

Ketua FTDP Kab. Melawi (Pak Inton) mengatakan kita sebagai Lembaga Adat harus selalu bersifat profesional dalam memutuskan segala sesuatu dan menyelesaikan masalah yang terjadi di kalangan masyarakat, agar dapat terciptanya suatu situasi yang aman dan tentram. Ucapnya

Sekretaris FPTDP Kab. Melawi, (John Yudha, RB, S.Sos) menyampaikan kami akan lakukan pertemuan kembali setelah hasil dari surve titik koordinat sangketa lahan tersebut di lokasi, di saat itulah kami akan tentukan keputusan kami, yang final terhadap keputusan perkara ini. Ucapnya sambil mengakhiri acaranya.

Penulis : Rabi, dkk.
Buka Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel