Koran Pemuda Indonesia
Anggota Komisi III DPRD Jabar, Husin, SE ; Manfaat Jika Cirebon Timur Mekar

Cirebon - Koran Pemuda, (21/02/2021) Husin, SE., Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat dari Fraksi Nasdem Perindo mengatakan, banyak manfaat yang didapat dari pemekaran suati daerah, termasuk wilayah timur Kabupaten Cirebon jika terjadi pemekaran

Bupati Lampung Barat Hadiri Pelantikan Pengurus FSPP di Ponpes Al-Ittihad

Lampung - Koran Pemuda, (21/02/2021) Pengurus Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Lampung Adakan Giat Pelantikan FSPP Kabupaten Lampung Barat

5 Rekomendasi Teh Untuk Meredakan Sembelit

Kesehatan - Koran Pemuda, (20/02/2021) Sembelit atau Konstipasi membuat orang tidak nyaman saat aktivitas buang air besar

Diduga Lakukan Kekerasan, ART di Probolinggo Laporkan Majikan ke Polres

Probolinggo - Koran Pemuda, (21/02/2021) Pariyem, seorang asisten rumah tangga, melaporkan majikannya ke Polres Probolinggo Kota atas dugaan tindak pidana penganiayaan

Mobil Petugas Diduga Dibakar Saat Ungkap Aktivitas Illegal Logging di Kalbar

Kalbar - Koran Pemuda, (14/02/2021) Mobil dinas milik Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Kalimantan Barat diduga dibakar orang tak dikenal

Diduga Lakukan Kekerasan, ART di Probolinggo Laporkan Majikan ke Polres

Probolinggo - Koran Pemuda, (21/02/2021)
Pariyem, seorang asisten rumah tangga, melaporkan majikannya ke Polres Probolinggo Kota atas dugaan tindak pidana penganiayaan.

Sejauh ini pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap pariyem, terlapor, dan sejumlah warga.

"Kami sudah mulai menyelidiki dugaan penganiayaan terhadap pembantu rumah tangga (PRT) Pariyem, 44, dan putrinya, PT. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan," Ujar Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, AKP Heri Sugiyono kepada awak media, Minggu (21/2/2021)

Menurut Heri, kasus dugaan penganiayaan tak bisa diselesaikan oleh pihak yang terlibat saja. 
"Penganiayaan kepada perempuan dan anak tidak bisa selesai begitu saja oleh pihak-pihak yang terlibat. Kami tindak lanjuti kasus ini. Jadi saat ini prosesnya masih dalam penyelidikan," Lanjut Heri.

U dan Istrinya, selaku majikan Pariyem membantah telah melakukan kekerasan terhadap asisten rumah tangganya itu.

Dikatan U, laporan polisi itu dibuat Pariyem atas desakan warga yang tak puas. Padahal, masalah Pariyem dengan keluarganya telah selesai.

"Pihak warga menggebu-gebu membawa Pariyem ke kantor polisi (Mapolres), untuk melapor. Mau akhirnya dia diajak ke sana. Laporan ke polisi itu bukan kemauan Pariyem. Kemarin kami sudah clear, dan menyelesaikannya secara kekeluargaan," kata U.

U mengaku telah melakukan Pariyem dengan baik, bahkan ia dan istrinya menyayangi anak Pariyem yang masih berusia 12 tahun. Ia juga menegaskan, tidak mungkin menganiaya Pariyem, sebab telah meringankan beban mereka untuk melakukan pekerjaan rumah tangga.

(Rdh)
Buka Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel