Koran Pemuda Indonesia
Anggota Komisi III DPRD Jabar, Husin, SE ; Manfaat Jika Cirebon Timur Mekar

Cirebon - Koran Pemuda, (21/02/2021) Husin, SE., Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat dari Fraksi Nasdem Perindo mengatakan, banyak manfaat yang didapat dari pemekaran suati daerah, termasuk wilayah timur Kabupaten Cirebon jika terjadi pemekaran

Bupati Lampung Barat Hadiri Pelantikan Pengurus FSPP di Ponpes Al-Ittihad

Lampung - Koran Pemuda, (21/02/2021) Pengurus Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Lampung Adakan Giat Pelantikan FSPP Kabupaten Lampung Barat

5 Rekomendasi Teh Untuk Meredakan Sembelit

Kesehatan - Koran Pemuda, (20/02/2021) Sembelit atau Konstipasi membuat orang tidak nyaman saat aktivitas buang air besar

Diduga Lakukan Kekerasan, ART di Probolinggo Laporkan Majikan ke Polres

Probolinggo - Koran Pemuda, (21/02/2021) Pariyem, seorang asisten rumah tangga, melaporkan majikannya ke Polres Probolinggo Kota atas dugaan tindak pidana penganiayaan

Mobil Petugas Diduga Dibakar Saat Ungkap Aktivitas Illegal Logging di Kalbar

Kalbar - Koran Pemuda, (14/02/2021) Mobil dinas milik Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Kalimantan Barat diduga dibakar orang tak dikenal

Terduga Kasus Pencabulan Anak Usia 6 Tahun Akui Perbuatannya, Pihak Keluarga Korban Berharap Untuk Proses Hukum Dipercepat

Kab. Cirebon - Koran Pemuda (21/11/2020)
Terduga kasus pencabulan terdadap anak (JP) (6 tahun), yang diduga dilakukan oleh ST (60 tahun) warga Blok Mlayon Desa Kasugengan Kidul Kec. Depok Kab. Cirebon. Yang sudah dilaporkan ayah korban ke Kepolisian Resor Kota Cirebon pada tanggal 17 November 2020

Terduga pelaku kini telah mengakui perbuatannya tersebut, melalui surat permohonan maaf kepada pihak keluarga korban yang dibuat serta ditandatangani oleh terduga pelaku (ST) di Balai Desa Kasugengan Kidul Kec. Depok Kab. Cirebon, Jumat (20/11/2020)

Melalui surat permohonan maaf yang ditanda tangani diatas materai tersebut, terduga pelaku (ST) mengakui kesalahannya dan memohon maaf kepada pihak keluarga korban.
Namun dalam perkara ini, ayah korban yang telah membuat laporan kepolisian di Polresta Cirebon tersebut, belum tentu memaafkan terduga pelaku dan mau diajak berdamai. 

Ayah korban (SP), memaparkan kepada Koran Pemuda Indonesia 
"Kalau ini baru surat permohonan maaf yang juga sekaligus berisi pengakuan terduga pelaku, dan ditanda tangani oleh terduga pelaku serta disaksikan oleh menantunya, bukan berarti saya beserta keluarga sudah memaafkan dan sudah berdamai. Karena sudah ada pengakuan secara tertulis saya berharap untuk proses hukum agar dipercepat" Ujarnya

"Dia (korban;red) mempunyai ibu yang telah mengandungnya selama 9 bulan serta melahirkannya yang belum tentu selamat saat proses persalinan, terlebih korban merupakan harapan keluarga dan merupakan generasi penerus bangsa." Lanjutnya

"Keadaan psikologis saat dia dewasa, serta kerugian-kerugian lainnya yang akan berdampak pada korban juga menjadi hal penting." Tegasnya

(Jaedin)
Buka Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel