Koran Pemuda Indonesia
Anggota Komisi III DPRD Jabar, Husin, SE ; Manfaat Jika Cirebon Timur Mekar

Cirebon - Koran Pemuda, (21/02/2021) Husin, SE., Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat dari Fraksi Nasdem Perindo mengatakan, banyak manfaat yang didapat dari pemekaran suati daerah, termasuk wilayah timur Kabupaten Cirebon jika terjadi pemekaran

Bupati Lampung Barat Hadiri Pelantikan Pengurus FSPP di Ponpes Al-Ittihad

Lampung - Koran Pemuda, (21/02/2021) Pengurus Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Lampung Adakan Giat Pelantikan FSPP Kabupaten Lampung Barat

5 Rekomendasi Teh Untuk Meredakan Sembelit

Kesehatan - Koran Pemuda, (20/02/2021) Sembelit atau Konstipasi membuat orang tidak nyaman saat aktivitas buang air besar

Diduga Lakukan Kekerasan, ART di Probolinggo Laporkan Majikan ke Polres

Probolinggo - Koran Pemuda, (21/02/2021) Pariyem, seorang asisten rumah tangga, melaporkan majikannya ke Polres Probolinggo Kota atas dugaan tindak pidana penganiayaan

Mobil Petugas Diduga Dibakar Saat Ungkap Aktivitas Illegal Logging di Kalbar

Kalbar - Koran Pemuda, (14/02/2021) Mobil dinas milik Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Kalimantan Barat diduga dibakar orang tak dikenal

Diduga Lakukan Pungli Melalui Perangkat Desanya, Kuwu Gegesik Wetan Kec. Gegesik Dilaporkan Ke Kepolisian

Kab. Cirebon  - Koran Pemuda, (05/10/2020)
Lembaga Kontrol Sosial, DPP Forum Silaturahmi Pemuda Cirebon (FSPC), sebelumnya telah melaporkan dugaan oknum Kuwu Desa Gegesik Wetan Kec. Gegesik Kabupaten Cirebon, (28/05/2020), terkait dugaan kasus tindak pidana pungutan liar kepada pembawa mesin panen padi modern (Combine).

Dugaan oknum Kuwu Gegesik Wetan diduga telah melakukan tindak pidana pungutan liar melalui perangkat desanya kepada pembawa mesin panen padi modern (Combine).

Dari hasil investigasi dan observasi serta audit secara independent yang dilakukan DPP Forum Silaturahmi Pemuda Cirebon (FSPC) telah ditemukan dugaan bahwa setiap pemilik mesin panen padi modern (Combine) yang hendak membawa mesinnya  masuk ke wilayah Desa Gegesik Wetan Kec. Gegesik diduga dipungut sebesar Rp. 500.000,- (Lima Ratus Ribu Rupiah) Per Mesin

Tidak hanya itu, untuk memanen padi pun para pemilik / pembawa mesin panen padi modern (Combine) diduga dipungut kembali sebesar Rp. 200.000,- (Dua Ratus Ribu Rupiah) per Bau atau per 7.140 M2.

Semua dugaan pungutan tersebut diduga dilakukan tanpa adanya dasar payung hukum dan mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku serta diduga tanpa adanya  Peraturan Desa yang telah dilembar daerahkan dan mendapat nomor lembar daerah.

Dugaan tersebut diperkuat dengan adanya bukti Kwitansi atas nama Kuwu Desa Gegesik Wetan yang ditanda tangani Sdr. Carsila (dugaan oknum perangkat desa Gegesik Wetan) dan berstempel Kuwu Desa Gegesik Wetan.
Sekjen DPP Forum Silaturahmi Pemuda Cirebon (FSPC), Nashrun. A menyampaikan kepada Koran Pemuda Indonesia
"Dugaan oknum Kuwu Desa Gegesik Wetan diduga melakukan pungutan liar melalui oknum perangkat desanya, pasalnya pungutan kepada pembawa mesin panen padi modern (Combine) tersebut diduga dilakukan tanpa adanya dasar payung hukum dan peraturan perundang-undangan."

"Peraturan Desa (Perdes) yang sudah dilembar daerahkan dan mendapat nomor lembar daerah yang resmipun juga diduga tidak ada, lalu apa yang menjadi dasar dugaan oknum Kuwu Desa Gegesik Wetan melalui perangkat desanya melakukan pungutan. Maka jelas diduga kuat dugaan pungutan tersebut merupakan tindakan pungutan liar." Lanjut Sekjen DPP FSPC

"Diperkuat dengan alat bukti kwitansi dan berstempel Kuwu Desa Gegesik Wetan, seharusnya seharusnya hasil dari pungutan tersebut masuk kedalam PAD Desa namun karena diduga tanpa adanya dasar untuk melakukan pungutan, maka diduga hasil dari pungutan tersebut tidak jelas larinya kemana." Lanjut Nashrun

"Untuk proses hukum sendiri kini tengah ditangani Kepolisian Resor Kota Cirebon, dan dalam proses penyelidikan setalah kami laporkan pada tanggal 28 Mei 2020."Paparnya

"Kami harap agar Kepolisian Resor Kota Cirebon untuk segera menindak lanjuti perkara tersebut demi tegaknya supremasi hukum dan tercapainya keadilan yang beradab." Tandasnya

(Tim)


Buka Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel