Koran Pemuda Indonesia
Anggota Komisi III DPRD Jabar, Husin, SE ; Manfaat Jika Cirebon Timur Mekar

Cirebon - Koran Pemuda, (21/02/2021) Husin, SE., Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat dari Fraksi Nasdem Perindo mengatakan, banyak manfaat yang didapat dari pemekaran suati daerah, termasuk wilayah timur Kabupaten Cirebon jika terjadi pemekaran

Bupati Lampung Barat Hadiri Pelantikan Pengurus FSPP di Ponpes Al-Ittihad

Lampung - Koran Pemuda, (21/02/2021) Pengurus Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Lampung Adakan Giat Pelantikan FSPP Kabupaten Lampung Barat

5 Rekomendasi Teh Untuk Meredakan Sembelit

Kesehatan - Koran Pemuda, (20/02/2021) Sembelit atau Konstipasi membuat orang tidak nyaman saat aktivitas buang air besar

Diduga Lakukan Kekerasan, ART di Probolinggo Laporkan Majikan ke Polres

Probolinggo - Koran Pemuda, (21/02/2021) Pariyem, seorang asisten rumah tangga, melaporkan majikannya ke Polres Probolinggo Kota atas dugaan tindak pidana penganiayaan

Mobil Petugas Diduga Dibakar Saat Ungkap Aktivitas Illegal Logging di Kalbar

Kalbar - Koran Pemuda, (14/02/2021) Mobil dinas milik Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Kalimantan Barat diduga dibakar orang tak dikenal

Raja Sukses Propertindo (Trusmi Group) Diduga Kuat Hanya Permainkan Uang Booking Fee Konsumen Perumahan



Kab. Cirebon - Koran Pemuda, (14/09/2020)
Banyak Developer Perumahan yang menawarkan perumahan dengan Down Payment (DP) yang sangat murah, bahkan dengan sistem booking fee hanya membayar sebesar 1 juta rupiah konsumen sudah menerima tanda jadi dengan developer perumahan dengan adanya Surat Kesepakatan Bersama, namun hal tersebut bagaikan membeli kucing dalam karung pasalnya banyak konsumen yang setelah membayarkan uang booking fee akan tetapi tidak ada kejelasan lebih lanjut.

Seperti salah satu dugaan oknum developer perumahan Raja Sukses Propertindo (Trusmi Group / PT. Raja Sukses Propertindo) yang diduga menawarkan perumahan Sanur Village 2 yang belum jelas pembangunannya, sehingga banyak merugikan konsumen, pasalnya setelah konsumen membayarkan uang booking fee disodorkan surat kesepakatan bersama.

Yang dimana surat kesepakatan bersama tersebut berisi apabila konsumen dalam waktu 14 hari kerja tidak memenuhi berkas persyaratan kredit dan melunasi Down Payment (DP) maka uang booking fee yang telah dibayarkan tidak bisa diambil kembali atau hangus.
Hal tersebut tentu sangat merugikan bagi konsumen , pasalnya perumahan Sanur Village 2 yang telah di booking pun pembangunannya nampak belum rampung, fasilitas umum seperti taman, sarana ibadah, pemakaman serta fasilitas lainnya yang sudah menjadi kewajiban pihak developer untuk menyediakan belum nampak ada.

Fiki Adiputra, salah satu konsumen Raja Sukses Propertindo yang mengambil perumahan Sanur Village 2 Blok B.10 dan sudah membayar booking fee sejak 12 April 2019, namun hingga saat ini belum ada kejelasan atas proses kreditnya walau sudah melengkapi berkas pengajuan kredit hingga dua kali.

"Jelas saya sangat dirugikan karena sudah satu tahun lebih setelah uang booking fee dibayarkan tidak ada kejelasan, saya tidak dipanggil-panggil untuk proses akad kredit. Saya survey ke lokasi pun pembangunannya tidak jelas hanya baru berdiri beberapa rumah, akses jalanpun belum selesai dibangun. Seperti membeli kucing dalam karung saja." Ujar Fiki

"Saya sudah dua kali mengumpulkan berkas, akan tetapi untuk proses kredit sampai sekarang tidak jelas, pihak developer hanya meminta melunasi Down Payment (DP) terus, akan tetapi pembangunan perumahannya pun nampak belum selesai. Sedangkan uang booking fee tidak bisa diambil kembali." Lanjut Fiki
Tak hanya Fiki, Widodo warga Desa Cangkring Kec. Plered pun merasa dirugikan pasalnya ia sudah membayarkan uang booking fee sejak pertengahan tahun 2019 akan tetapi sampai sekarangpun tidak ada kejelasan mengenai proses kreditnya, bahkan pegawai marketing yang serah terima uang dan tanda tangan bersama kini sudah tidak bekerja lagi di Raja Sukses Propertindo.

"Uang 1 juta kalau dipakai untuk usaha selama satu tahun mungkin bisa mendapat keuntungan, akan tetapi digunakan untuk membayarkan booking fee atas perumahan yang tidak jelas pembangunannya dan proses kredit yang tidak jelas pula hasilnya sangat merugikan." Papar Widodo

"Raja Sukses Propertindo diduga hanya memainkan uang kami, karena sudah lebih dari satu tahun tidak ada kejelasan lebih lanjut, bahkan saya dengar kabar yang sudah lunas DP pun belum melakukan akad kredit." Lanjutnya

"Mungkin yang lain juga masih banyak yang seperti ini, dan saya harap masyarakat tidak mudah tergiur dengan promosi dari Raja Sukses Propertindo." Tegasnya

Atas hal tersebut, Fiki dan Widodo akan melakukan tuntutan atas hak-hak nya sebagai konsumen sebagaimana yang sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 08 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.

(Suminta)
Buka Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel