Koran Pemuda Indonesia
Berkembang Isu Harga Kios di Pasar Jungjang Terlalu Mahal, Berikut Harga Resmi Dari PT. Dumib

Kab. Cirebon - Koran Pemuda, (29/07/2021) Telah berkembang isu perihal revitalisasi pembangunan Pasar Rakyat Desa Jungjang Kec. Arjawinangun Kabupaten Cirebon, yang melibatkan pihak ketiga, yakni PT. Dumib, dianggap oleh beberapa pedagang mematok harga kios dan los yang terlalu mahal.

Imigrasi Kelas I TPI Cirebon Diduga Lalai Dalam Pemeriksaan Dokumen Untuk Penerbitan Paspor TKI

Kab. Cirebon - Koran Pemuda, (08/07/2021) Salah satu persayaratan berangkat menjadi pekerja migran yakni memiliki paspor pekerja migran. Dalam penerbitan paspor ini diduga banyak oknum yang bermain guna terbitnya paspor pekerja migran.

Ramai Disangka Gunakan Dana Sumbangan Untuk Anak Yatim, Berikut Klarifikasi Kuwu Desa Beber

Kab. Cirebon - Koran Pemuda, (04/07/2021) Sempat ramai dugaan Kuwu Desa Beber Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon, Momon memakan uang untuk dibagikan anak yatim. Dan sebagian warga memintanya mundur dari jabatan.

135 Desa di Kab. Cirebon Langsungkan Pilwu Serentak November 2021 Mendatang

Kab. Cirebon - Koran Pemuda, (30/03/2021) Dijelaskan H. Imam Ustadi, S.Si, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cirebon, 135 yang tersebar di 38 Kecamatan diwilayah Kabupaten Cirebon akan melangsungkan Pemilihan Kuwu (Pilwu) Serentak pada November 2021 mendatang

Paguyuban Wartawan Cirebon Raya (PWCR) Jalin Sinergitas Dengan DPP FSPC

Cirebon - Koran Pemuda, (28/03/2021) Paguyuban Wartawan Cirebon Raya (PWCR) yang diketuai oleh Sudarto, bersilaturahmi dan jalin sinergitas dengan Forum Silaturahmi Pemuda Cirebon (FSPC) untuk membangun Cirebon menuju arah yang lebih baik.

Piagam Deklarasi Santana Kesultanan Cirebon, Tolak Pengukuhan Luqman Zulkaedin Sebagai Sultan Sepuh XV

Cirebon - Koran Pemuda, (19/09/2020)
Pengukuhan Luqman Zulkaedin sebagai Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan Cirebon menuai banyak penolakan dari berbagai pihak, karena Luqman Zulkaedin dinilai bukan merupakan trah dari Kanjeng Sinuhun Sunan Gunung Jati, bahkan hampir seluruh keluarga Kesultanan Cirebon menolak Luqman Zulkaedin menjadi Sultan Sepuh XV.

Santana Kesultanan Cirebon (SKC), bersama para keturunan Kanjeng Sinuhun Sunan Gunung Jati beserta para Ulama dan Habaib, membuat Piagam Deklarasi tertanggal 14 Agustus 2020, yang berisi penolakan terhadap Luqman Zulkaedin menjadi Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan.
Dalam Piagam Deklarasi tersebut berisikan 8 (delapan) point, yang pada intinya yakni :
(1) Nasab Sdr. Arief Natadiningrat yang diangkat menjadi Sultan Sepuh XIV tidaklah sah karena tidak bernasabkan kepada eyang Syekh Syarif Hidayatullohh, akan tetapi Nasabnya terputus dari Sultan Sepuh XII Alexander Rajarajaningrat.

(2) Sudah cukup 3 (tiga) generasi menikmati tahta dan kehidupan sebagai Sultan Sepuh yang bukan merupakan garis keturunan Kanjeng Sinuhun Sunan Gunung Jati, terhitung dari Sultan Sepuh XII, Sultan Sepuh XIII, Sultan Sepuh XIV

(3) Tugas Sultan Sepuh adalah melakukan dakwah dan syiar Islam, memakmurkan tajug-tajug, mendorong kemajuan pesantren, dan membanuan perekonomian masyarakat Cirebon, sedangkan (alm) Arief Natadiningrat tidak menjalankan secara serius tugas tersebut akan tetapi lebih sering menjalankan aktifitas kepentingan pribadinya, aktif di panggung politik bahkan pernah duduk disalah satu partai besar Indonesia.

(4) Oleh karena itu kami menolak dengan keras penobatan Luqman Zulkaedin sebagai Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan Cirebon.

(5) Kami menghendaki agar penentuan pemegang jabatan atau gelar sebagai Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan agar dilakukan secara kekeluargaan dengan cara bermusyawarah

(6) Apabila keluarga menolak persyaratan sebagaimana dimaksud pada butir (4) diatas dan tetap bersikeras melakukan penobatan akan kami tentang dan lawan dengan tegas, kami akan membuka permaslahan ini secara luas dan membawa kasus ini kedalam ranah hukum

(7) Kita semua sebagai keturunan para leluhur pendiri Cirebon harus bersatu, guyub, saling sayang menyayangi, dan menjadi suri tauladan yang baik

(8) Deklarasi ini disampaikan secara terbuka untuk diterima dan dipahami seluruh wargi keturunan Kesultanan Cirebon, Keraton Kasepuhan, Keraton Kacirebonan, Keraton Kanoman Keraton Kaprabonan, masyarakat Cirebon, Keluarga Kesultanan Banten, Kerajaan dan Kesultanan di Indonesia, serta Pemerintah Republik Indonesia.

Raden Heru Rusyamsi Arianatareja (Pangeran Kuda Putih) selaku Ketua Umum Santana Kesultanan Cirebon (SKC), menyampaikan kepada Koran Pemuda Indonesia
"Perjuangan kami para Dzuriah Sunan Gunung Jati tidak akan berhenti dan mundur satu langkahpun, Keraton Kasepuhan merupakan milik leluhur kami Sunan Gunung Jati, dan itu harus kembali kepada para Dzuriah Sunan Gunung Jati."

"Luqman dan keluarga harus keluar dari Keraton Kasepuhan, karena itu bukan miliknya, kalau dia mau tahta dan merasa menjadi Sultan Sepuh XV silahkan saja, silahkan istananya pakai rumahnya sendiri, sudah jelas para Dzuriah banyak yang menolak dan tidak mengakui, kok masih juga memaksakan diri, seharusnya tau diri " Lanjut Rd. Heru R. Arianatareja

(Tim)
Buka Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel