Koran Pemuda Indonesia
Anggota Komisi III DPRD Jabar, Husin, SE ; Manfaat Jika Cirebon Timur Mekar

Cirebon - Koran Pemuda, (21/02/2021) Husin, SE., Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat dari Fraksi Nasdem Perindo mengatakan, banyak manfaat yang didapat dari pemekaran suati daerah, termasuk wilayah timur Kabupaten Cirebon jika terjadi pemekaran

Bupati Lampung Barat Hadiri Pelantikan Pengurus FSPP di Ponpes Al-Ittihad

Lampung - Koran Pemuda, (21/02/2021) Pengurus Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Lampung Adakan Giat Pelantikan FSPP Kabupaten Lampung Barat

5 Rekomendasi Teh Untuk Meredakan Sembelit

Kesehatan - Koran Pemuda, (20/02/2021) Sembelit atau Konstipasi membuat orang tidak nyaman saat aktivitas buang air besar

Diduga Lakukan Kekerasan, ART di Probolinggo Laporkan Majikan ke Polres

Probolinggo - Koran Pemuda, (21/02/2021) Pariyem, seorang asisten rumah tangga, melaporkan majikannya ke Polres Probolinggo Kota atas dugaan tindak pidana penganiayaan

Mobil Petugas Diduga Dibakar Saat Ungkap Aktivitas Illegal Logging di Kalbar

Kalbar - Koran Pemuda, (14/02/2021) Mobil dinas milik Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Kalimantan Barat diduga dibakar orang tak dikenal

Pernyataan Dan Sikap Santana Kasultanan Cirebon (SKC) Atas Pengukuhan Luqman Zulkaedin Sebagai Sultan Sepuh Ke-XV

Nasional - Koran Pemuda, (01/09/2020)
Santana Kasultanan Cirebon ( SKC ) yang diketuai Raden Heru R. Arianatareja yang juga merupakan keturunan dari Sultan Sepuh ke-III Keraton Kasepuhan Cirebon,Tajul Arifin Muh Zaenuddin,  menyatakan sikap menolak atas pengukuhan Luqman Zulkaedin sebagai Sultan Sepuh ke-XV Keraton Kasepuhan Cirebon dan menganggap Luqman Zulkaedin bukan sebagai Sultan Sepuh.

Raden Heru R. Arianatareja atau yang sering akrab disapa Pangeran Kuda Putih. Menganggap Keraton Kasepuhan masih milik para keturunan serta family Kanjeng Sinuhun Sunan Gunung Jati dan sampai saat ini belum dibagi waris.

"Tuntutan kami, agar Luqman Zulkaedin dan keluarga segera keluar dari rumah leluhur kami (Syekh Syarif Hidayatullah)." Ujar Pangeran Kuda Putih ( Rd. Heru R. Arianatareja ) kepada Koran Pemuda Indonesia

"Dan Santana Kasultanan Cirebon ( SKC) akan melakukan upaya hukum dari semua lini. Karena diduga Sdr. Luqman dan (alm) Arief Natadiningrat ada kesewenangan dalam mengelola Keraton Kasepuhan selama ini, maka kita akan tunggu tanggal mainnya.Tabir keserakahan serta kedzoliman terhadap Keraton leluhur kami (Keraton Kasepuhan), akan segera kita buka dan publik akan segera tau kenyataan yang sebenarnya." Lanjut Pangeran Kuda Putih
"Serta dapat melihat perjuangan secara positif, bahwa apa yg dituduhkan ke saya akan tahta dan aset itu salah besar, saya bersama keluarga besar Santana Kasultanan Cirebon (SKC) berjuang karena ada dasar, sebuah kerusakan dan kedzoliman yang parah terhadap peninggalan leluhur kita ini, mau sampai kapan kita semua cuma melihat akan kerusakan dikeraton kasepuhan. Kita sebagai Dzuriah wajib merebut kembali. Karena itu Haq para anak putu asli Syekh Syarif Hidayatullah." Terangnya

Saat ditanya Tim Koran Pemuda Indonesia mengenai beberapa pejabat negara yang hadir dalam acara tersebut, Pangeran Kuda Putih memaparkan bahwa
"Dengan kehadiran para pejabat sangat disayangkan, diduga kuat keberpihakan pemerintah terhadap Luqman cs. Padahal Kang Emil itu konon katanya Dzuriah Kanjeng Sinuhun Sunan Gunung Jati."Lanjut Rd. Heru R. Arianatareja
"Tapi melihat kehadiran beliau bersama pejabat lainnya justru sangat menyakitkan kami para dzuriah Sunan Gunung Jati, padahal surat tembusan langkah perjuangan Santana Kesultanan Cirebon selalu di kirimkan ke semua instansi, tetapi semua tidak menanggapinya. Perjuangan kami para dzuriah hanya ingin meluruskan sejarah, dan mengambil kembali haq para dzuriah Sunan Gunung Jati." Papar Rd. Heru R. Arianatareja

"Benar katakan benar, salah katakan salah, jangan ada sebuah pembenaran diatas kesalahan", saya yakin mereka pun tau dimana letak yang disebut Pembenaran Diatas Kesalahan."Tegasnya

"semoga beliau - beliau ini berfikir lagi. Karena semua itu akan dipertanggung jawabkan diakhirat nanti, jika mereka tidak bisa bersikap adil sebagai pemimpin dunia,maka akan ada ganjarannya kelak." Tutup Pangeran Kuda Putih

(Tim)
Buka Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel