Koran Pemuda Indonesia
Anggota Komisi III DPRD Jabar, Husin, SE ; Manfaat Jika Cirebon Timur Mekar

Cirebon - Koran Pemuda, (21/02/2021) Husin, SE., Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat dari Fraksi Nasdem Perindo mengatakan, banyak manfaat yang didapat dari pemekaran suati daerah, termasuk wilayah timur Kabupaten Cirebon jika terjadi pemekaran

Bupati Lampung Barat Hadiri Pelantikan Pengurus FSPP di Ponpes Al-Ittihad

Lampung - Koran Pemuda, (21/02/2021) Pengurus Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Lampung Adakan Giat Pelantikan FSPP Kabupaten Lampung Barat

5 Rekomendasi Teh Untuk Meredakan Sembelit

Kesehatan - Koran Pemuda, (20/02/2021) Sembelit atau Konstipasi membuat orang tidak nyaman saat aktivitas buang air besar

Diduga Lakukan Kekerasan, ART di Probolinggo Laporkan Majikan ke Polres

Probolinggo - Koran Pemuda, (21/02/2021) Pariyem, seorang asisten rumah tangga, melaporkan majikannya ke Polres Probolinggo Kota atas dugaan tindak pidana penganiayaan

Mobil Petugas Diduga Dibakar Saat Ungkap Aktivitas Illegal Logging di Kalbar

Kalbar - Koran Pemuda, (14/02/2021) Mobil dinas milik Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Kalimantan Barat diduga dibakar orang tak dikenal

Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Dinas Kesehatan Kab. Cirebon Siapkan Anggaran Perubahan

Kab. Cirebon - Koran Pemuda, (15/09/2020)
Meningkatnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon membuat Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon melakukan langkah persiapan penanggulangan covid-19 dengan mempersiapkan anggaran yang dibutuhkan. Termasuk, pengurangan dan penambahan anggaran di beberapa sektor sesuai kebutuhan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon (Kadinkes), Enny Suhaeni mengatakan, kebutuhan anggaran sedang dibahas dalam rapat internal Dinkes. Menurut Enny, mulanya anggaran awal yang tersedia untuk Dinkes sebesar Rp 39,6 miliar. Setelah ada bantuan operasional tambahan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebesar Rp 9 miliar, total anggaran yang ada di Dinkes mencapai Rp 43,450 miliar.

Namun dalam perjalanannya, anggaran tersebut mengalami beberapa perubahan. Diantaranya untuk memperkuat tim yang tergabung di dalam PSC 119, mengingat semakin banyaknya kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon.

“Dengan adanya pandemi ini PSC 119 pun akhirnya sangat sibuk merujuk pasien Covid-19, dan tim sudah kewalahan. Sehingga harus ditambah tenaga perawatnya. Dinkes masih membutuhkan 10 perawat dan 6 sopir untuk menambah tim PSC 119 menjadi tiga tim. Nantinya, tiga tim PSC 119 bisa bekerja selama 24 jam non stop dengan sistem shift,” kata Enny, Senin (14/9).

Enny melanjutkan, pihaknya juga membahas perkembangan Covid-19 dan beberapa kebutuhan yang harus dipenuhi untuk keselamatan kerja para tenaga kesehatan.
“Kemudian untuk kebutuhan APD, kita juga akan ada penambahan APD untuk teman-teman yang ada di 60 puskesmas. Kemudian kita juga coba ajukan untuk tempat isolasi mandiri untuk tenaga kesehatan, tapi tempatnya kita masih minta saran dari Pemda,” terang Enny.

Disampaikan Enny, Dinkes juga ingin agar Pemda menyiapkan satu hotel yang harganya terjangkau namun strategis untuk dimanfaatkan oleh tenaga kesehatan yang harus melakukan isolasi.

“Karena ada Nakes yang kadang terpapar dari masyarakat atau pasien dan akhirnya harus isolasi mandiri. Sementara kalau isolasi di rumah itu kan ada keluarga, anak istri atau suami,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Enny, Dinkes juga membutuhkan kendaraan yang lebih besar untuk merujuk pasien Covid-19 yang bisa memuat 5 sampai 10 orang untuk satu kali rujukan. Enny menyebut ambulan yang ada saat ini dinilai terlalu kecil, terlebih dengan intensitas rujukan yang cukup tinggi.

“Sedangkan untuk kebutuhan lainnya, masih membutuhkan anggaran untuk pengadaan desinfektan. Karena sebelumnya, anggaran untuk pengadaan desinfektan sudah habis,” Paparnya

(Tim)
Buka Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel