Koran Pemuda Indonesia
Anggota Komisi III DPRD Jabar, Husin, SE ; Manfaat Jika Cirebon Timur Mekar

Cirebon - Koran Pemuda, (21/02/2021) Husin, SE., Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat dari Fraksi Nasdem Perindo mengatakan, banyak manfaat yang didapat dari pemekaran suati daerah, termasuk wilayah timur Kabupaten Cirebon jika terjadi pemekaran

Bupati Lampung Barat Hadiri Pelantikan Pengurus FSPP di Ponpes Al-Ittihad

Lampung - Koran Pemuda, (21/02/2021) Pengurus Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Lampung Adakan Giat Pelantikan FSPP Kabupaten Lampung Barat

5 Rekomendasi Teh Untuk Meredakan Sembelit

Kesehatan - Koran Pemuda, (20/02/2021) Sembelit atau Konstipasi membuat orang tidak nyaman saat aktivitas buang air besar

Diduga Lakukan Kekerasan, ART di Probolinggo Laporkan Majikan ke Polres

Probolinggo - Koran Pemuda, (21/02/2021) Pariyem, seorang asisten rumah tangga, melaporkan majikannya ke Polres Probolinggo Kota atas dugaan tindak pidana penganiayaan

Mobil Petugas Diduga Dibakar Saat Ungkap Aktivitas Illegal Logging di Kalbar

Kalbar - Koran Pemuda, (14/02/2021) Mobil dinas milik Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Kalimantan Barat diduga dibakar orang tak dikenal

Subagja Dilaporkan Ketua Harian DPP FSPC Ke Polres Cirebon Kota Atas Dugaan Penyebaran Berita Bohong Dan Menyesatkan

Cirebon - Koran Pemuda, (20/08/2020)
Bermula dari video siaran langsung (live streaming) yang diunggah melalui akun facebook Subagja Bagja dengan link https://www.facebook.com/subagja.bagja.98892/videos/610760146534005 tanggal 14 Agustus 2020 Pukul 19.00 WIB,  yang diduga diunggah oleh Sdr. Subagja, yang dimana dalam video siaran langsung tersebut Sdr. Subagja mengatakan bahwa kekisruhan yang terjadi di Keraton Kasepuhan beberapa waktu lalu berasal dari Hempi (Sultan Keraton Kaprabonan;Red).

Sdr. Subagja dalam video siaran langsung tersebut mengatakan pula bahwa
"Ini sudah salah keliru . itu harus diluruskan dulu semua ini menyangkut kota cirebon. Kota cirebon bukan milik hempi saja, milik masyarakat banyak banyak yang tinggal dan hidup di kota cirebon harus hargai itu. Jadi kalo sampean membikin kegaduhan, maaf ni selalu bikin kegaduhan, dengan proses yang salah. saya sebagai masyarakat kota cirebon. saya akan mengamankan dan menjaga marwah keraton kasepuhan. inget kalian prosesnya udah salah ya keprabonan bukan sultan, tetapi berani mengatasnamakan sultan keprabonan noh hempi noh, itu harus ditegaskan itu jangan yang ngada-ngada jangan yang aneh-aneh. Malu saya sebagai masyarakat kota cirebon malu" Ujar Subagja dalam video siaran langsungnya


Atas hal tersebut DPP Forum Silaturahmi Pemuda Cirebon (FSPC) yang mendapatkan mandat resmi dari Dr. Ir. P. Hempi Raja Kaprabon, MP., selaku Sultan Keraton Kaprabonan Cirebon untuk mengembangkan adat dan budaya serta kearifan lokal Cirebon, melaporkan Sdr. Subagja ke Kepolisian Resor Cirebon Kota terkait dugaan penyebaran berita bohong atau menyesatkan melalui media elektronik.


Karena Sdr. Subagja dianggap menyebarkan berita bohong bahwa Keraton Kaprabonan Cirebon bukan merupakan Kesultanan, padahal ada Sertifikat Kawasan Berbudaya Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang diberikan kepada Kesultanan Keprabon dari Menteri Hukum dan Ham Republik Indonesia yang diterbitkan tanggal 25 November 2012.

Jaedin,S.Pd., selaku Ketua Harian DPP FSPC Menjelaskan Kepada Koran Pemuda Indonesia
"Sdr. Subagja sudah keterlaluan , dia diduga menyebarkan berita bohong atau menyesatkan kepada masyarakat, pasalnya dalam video siaran langsung tersebut dia diduga mengatakan bahwa Keraton Kaprabonan Cirebon bukan merupakan Kesultanan, padahal sejak tahun 2012 tepatnya tanggal 25 November, Menteri Hukum dan Ham Republik Indonesia telah memberikan sertifikat Kawasan Berbudaya Hak Kekayaan Intelektual (HKI) kepada Kesultanan Keprabon."


"Yang berarti Pemerintah Republik Indonesia saja mengakui bahwa Keraton Kaprabonan Cirebon berbentuk Kesultanan, itu Sdr. Subagja siapa? bukan hakim dan bukan petugas penegak hukum asal bicara saja. Masyarakat Cirebon Raya tidak boleh terbawa berita bohong yang diduga disebarkan para oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang diduga hanya mengambil keuntungan dari sebuah peristiwa." Lanjut Jaedin, S.Pd.,

"Laporan ini kita tembuskan pula kepada seluruh Jajaran Kepolisian Republik Indonesia terkait, beserta Kompolnas sebagai fungsi pengawasannya, dan diharap petugas yang berwajib segera memproses dan menangkap terduga pelaku, karena berita bohong dan atau menyesatkan yang diduga disebarluaskan oleh Sdr. Subagja tersebut dapat menghamburkan sejarah dan menimbulkan kekisruhan antar golongan." Tegas Jaedin,S.Pd.,

(Ahmad Suhendi)

Buka Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel