Koran Pemuda Indonesia
Pelayanan di Desa Tuk Kec. Kedawung Dipertanyakan, Pemdes Tuk Diduga Terbitkan Surat Keterangan Sudah Menikah Tanpa Data Yang Valid

Kab. Cirebon - Koran Pemuda, (07/07/2021) Pemerintah Desa Tuk Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon diduga kuat pemberikan pelayanan publik yang buruk.

Imigrasi Kelas I TPI Cirebon Diduga Lalai Dalam Pemeriksaan Dokumen Untuk Penerbitan Paspor TKI

Kab. Cirebon - Koran Pemuda, (08/07/2021) Salah satu persayaratan berangkat menjadi pekerja migran yakni memiliki paspor pekerja migran. Dalam penerbitan paspor ini diduga banyak oknum yang bermain guna terbitnya paspor pekerja migran.

Ramai Disangka Gunakan Dana Sumbangan Untuk Anak Yatim, Berikut Klarifikasi Kuwu Desa Beber

Kab. Cirebon - Koran Pemuda, (04/07/2021) Sempat ramai dugaan Kuwu Desa Beber Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon, Momon memakan uang untuk dibagikan anak yatim. Dan sebagian warga memintanya mundur dari jabatan.

135 Desa di Kab. Cirebon Langsungkan Pilwu Serentak November 2021 Mendatang

Kab. Cirebon - Koran Pemuda, (30/03/2021) Dijelaskan H. Imam Ustadi, S.Si, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cirebon, 135 yang tersebar di 38 Kecamatan diwilayah Kabupaten Cirebon akan melangsungkan Pemilihan Kuwu (Pilwu) Serentak pada November 2021 mendatang

Paguyuban Wartawan Cirebon Raya (PWCR) Jalin Sinergitas Dengan DPP FSPC

Cirebon - Koran Pemuda, (28/03/2021) Paguyuban Wartawan Cirebon Raya (PWCR) yang diketuai oleh Sudarto, bersilaturahmi dan jalin sinergitas dengan Forum Silaturahmi Pemuda Cirebon (FSPC) untuk membangun Cirebon menuju arah yang lebih baik.

Rd. Heru R Arianatareja (Pangeran Kuda Putih) ; RR Alexandra Wuryaningrat Diduga Berikan Informasi Publik Sesat

Foto : Santana Kasultanan Cirebon (SKC) Rd. Heru R Arianatareja dengan RR Alexandra Wuryaningrat

Cirebon - Koran Pemuda, (07/08/2020)
Pihak Badan Pengelola Keraton Kasepuhan (BPKK), melalui Dirktur Utamanya Ratu Raja Alexandra Wuryaningrat, telah menanggapi surat yang telah dilayangkan Sentana Kasultanan Cirebon (SKC) terkait penolakan pengangkatan dan penobatan Sdr. Luqman Zulkaedin sebagai Sultan Sepuh Ke-XV, melaui media Jabarsatu.id

Seperti dilansir dalam pemberitan Jabarsatu.id , dengan judul Kami Tidak Kenal Pangeran Kuda Putih , dalam berita tersebut disebutkan bahwa, Ratu Raja Alexandra Wuryaningrat selaku Direktur Badan pengelolaan Keraton Kasepuhan Cirebon, yang juga sebagai Adik Kandung dari Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat. Mewakili Putra Mahkota Luqman Zulkaedin, menyampaikan pesan dari Putra Mahkota Luqman Zulkaedin. Yang rencananya akan dinobatkan menjadi Sultan Sepuh XV pada bulan Agustus ini menggantikan Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat yang sudah wafat menyampaikan, "Kami tidak kenal siapa itu Pangeran Kuda Putih, tiba-tiba muncul dan melayangkan surat kepada kami."
Akan hal tersebut, Ratu Raja Alexandra Wuryadiningrat diduga telah memberikan keterangan palsu kepada awak media khusunya dan kepada masyarakat pada umunya. Pasalnya Pangeran Kuda Putih ( Rd. Heru Rusyamsi Arianatareja ) memiliki bukti bahwa dirinya pernah bertemu dan saling kenal dengan RR. Alexandra Wuryaningrat

"Pertama, saya punya bukti digital bahwa saya dan Santana Kasultanan Cirebon (SKC) pernah bertemu dan saling mengenal dengan RR Alexandra Wuryaningrat." Ujar Ketua Umum SKC, Rd. Heru Arianatareja (Pangeran Kuda Putih) kepada Koran Pemuda Indonesia

"Tapi kalaupun memang dia tidak kenal dengan julukan saya Pangeran Kuda Putih, seharusnya, dia bisa melihat nama family di belakang nama saya Arianatareja (Rd.Heru Rusyamsi Arianatareja).  Kalau dia paham sejarah pastinya dia tau saya ini turunan dari siapa." Lanjut Rd. Heru R Arianatareja
 
"Ya kalaupun dia tidak kenal juga wajar sih, karena dia kan diduga bukan keturunan atau trah asli dari Kanjeng Sunan Gunung Jati, dia diduga hanya orang yang penikmat aset-aset leluhur kami, harusnya dia malu dan tahu diri, diduga buksn turunan, bukan pewaris tapi masih tinggal didalam Keraton leluhur kami " Tegasnya

Rd. Heru Rusyamsi Arianatareja (Pangeran Kuda Putih) juga menilai bahwa pihak Badan Pengelola Keraton Kasepuhan (BPKK), terutama Direktur utamanya RR Alexandra Wuryaningrat, telah gagal fokus atas konteks dan tekstual dari surat yang telah dilayangkan Santana Kasultanan Cirebon (SKC).
"Kami Santana Kasultanan Cirebon (SKC) layangkan surat resmi dengan kop surat dan cap lembaga ,serta dilampirkannya surat pernyataan sikap dari resmi dari Keraton Kaprabonan Cirebon, yang di tanda tangani oleh Sultan Keraton Kaprabonan Cirebon, Dr. Ir. Pangeran Hempi Raja Kaprabon, MP berikut lampiran nasab diri saya, Apakah Alexandra mau bilang tidak kenal lagi dengan Sultan Keraton Kaprabonan Cirebon ?." Ucap Rd.Heru R Arianatareja

"Keraton itu milik wargi Kesultanan Cirebon, bukan sebagai aset untuk dikelola dan dinikmati keuntungan pribadi. Dan juga mana ada Keraton Kasepuhan diduga bentuk pengelolaannya seperti PT, sampai ada jabatan Direktur segala."Paparnya

"Jika dugaan tersbut benar maka ini sudah gila sekali, tidak bermoral dan beretika. Aset punya siapa ? diduga ada oknum yang bisniskan. Ini lah orang-orang yang diduga membuat kerusakan terhadap peninggalan leluhur kami."Lanjut Rd. Heru

Rd. Heru Rusyamsi Arianatareja, selaku Ketua Umum Santana Kasultanan Cirebon (SKC) berharap kepada seluruh wargi Kasultanan Cirebon,  khususnya keraton kasepuhan. Bahwa jangan cuma diam dan melihat kehancuran ini, ayo kita bangkit bersama untuk dapat membereskan dan meluruskan hal ini.

"Saya juga menantang Alexandra, luqman dan saudara dia yang lainnya, untk debat dan bedah nasab secara terbuka didepan halayak luas, dimana dihadiri oleh pilolog sejarah, instansi pemerintah dan seluruh wargi untk menguak tabir siapa mereka sebenarnya."

(Tim)
Buka Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel