Koran Pemuda Indonesia
Anggota Komisi III DPRD Jabar, Husin, SE ; Manfaat Jika Cirebon Timur Mekar

Cirebon - Koran Pemuda, (21/02/2021) Husin, SE., Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat dari Fraksi Nasdem Perindo mengatakan, banyak manfaat yang didapat dari pemekaran suati daerah, termasuk wilayah timur Kabupaten Cirebon jika terjadi pemekaran

Bupati Lampung Barat Hadiri Pelantikan Pengurus FSPP di Ponpes Al-Ittihad

Lampung - Koran Pemuda, (21/02/2021) Pengurus Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Lampung Adakan Giat Pelantikan FSPP Kabupaten Lampung Barat

5 Rekomendasi Teh Untuk Meredakan Sembelit

Kesehatan - Koran Pemuda, (20/02/2021) Sembelit atau Konstipasi membuat orang tidak nyaman saat aktivitas buang air besar

Diduga Lakukan Kekerasan, ART di Probolinggo Laporkan Majikan ke Polres

Probolinggo - Koran Pemuda, (21/02/2021) Pariyem, seorang asisten rumah tangga, melaporkan majikannya ke Polres Probolinggo Kota atas dugaan tindak pidana penganiayaan

Mobil Petugas Diduga Dibakar Saat Ungkap Aktivitas Illegal Logging di Kalbar

Kalbar - Koran Pemuda, (14/02/2021) Mobil dinas milik Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Kalimantan Barat diduga dibakar orang tak dikenal

Pangeran Kuda Putih, Rd. Heru R Arianatareja ; Tolak Keras PRA Luqman Zulkaedin Jadi Sultan Sepuh XV & Tantang PRA Luqman Debat Nasab Terbuka

Cirebon, Koran Pemuda (04/08/2020)
Setelah mangkatnya Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat, banyak terjadi perdebatan antara tokoh masyarakat, aktivis, para ahli sejarah, para ahli nasab, para tiang sepuh, bahkan dikalangan masyarakat umum terkait penerus dari Sultan Sepuh XIV, yang telah mangkat.

Banyak penilaian mengatakan bahwa anak dari Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat, yakni PRA Luqman Zulkaedin tidak dapat meneruskan tahta dan diangkat menjadi Sultan Sepuh XV, dikarenakan menurut beberapa sumber dan ahli sejarah termasuk Sultan Keraton Kaprabonan Cirebon, Dr. Ir. Pangeran Hempi Raja Kaprabon, MP yang telah mengeluarkan surat resmi Keraton Kaprabon perihal Pelurusan Sejarah Trah Sunan Gunung Jati Di Keraton Kasepuhan.

Bahwa yang seharusnya menjadi Sultan Sepuh adalah turunan garis lurus dari Kanjeng Sunan Gunungjati, sedangkan setelah wafatnya Sultan Sepuh V, Pangeran Mochamad Syafiudin Matangaji tahun 1786 , pada zaman pemerintahan kolonial belanda hingga sekarang yang menduduki tahta Sultan Sepuh adalah bukan keturunan atau trah dari Kanjeng Sunan Gunungjati, semua itu sering disebut dengan sejarah peteng.

Artinya mulai dari Sultan Sepuh VI hingga sultan sepuh XIV bukanlah keturunan atau trah asli dari Kanjeng Sunan Gunungjati (punggel). Sehingga PRA Luqman Zulkaedin dianggap tidak bisa meneruskan tahta dan diangkat menjadi Sultan Sepuh XV.

Pimpinan Santana Kasultanan Cirebon, Raden Heru Rusyamsi Arianatareja (Pangeran Kuda Putih), yang didukung oleh beberapa aktivis dan lembaga serta para sesepuh di Cirebon, menolak keras PRA Luqman Zulkaedin untuk meneruskan tahta dan diangkat menjadi Sultan Sepuh XV.


"Seharusnya luqman dan keluarga tahu diri ketika itu bukan HAK nya, saya harap mereka mau legowo dan berbesar hati untuk menyerahkan tahta kepda kami para putra turunan asli Kanjeng Sunan Gunung Jati,sudah cukup III generasi menikmati aset-aset dari leluhur kami". Ujar Rd.Heru Rusyamsi Arianatareja (Pangeran Kuda Putih) Kepada Koran Pemuda Indonesia

"Saya Tantang Luqman untuk debat sejarah secara terbuka dan buka-bukaan Nasab diri kita masing - masing didepan wargi,kerabat, masyarakat cirebon, dan instansi pemerintah. Agar tidak ada dusta diantara kita." Tegasnya

"Katakan benar jika itu benar, katakan salah jika itu salah, jangan ada pembenaran di atas kesalahan" Tutup Rd. Heru Rusyamsi Arianatareja (Pangeran Kuda Putih)

(Nashrun)
Buka Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel