Koran Pemuda Indonesia
Pemdes Jungjang Tampung Aspirasi Pedagang Terkait Revitalisasi Pasar Rakyat Desa Jungjang

Kab Cirebon - Koran Pemuda, (04/08/2021) Pedagang Pasar Rakyat Desa Jungjang Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon kembali melakukan aksi terkait pembangunan revitalisasi Pasar Rakyat Desa Jungjang.

Berkembang Isu Harga Kios di Pasar Jungjang Terlalu Mahal, Berikut Harga Resmi Dari PT. Dumib

Kab. Cirebon - Koran Pemuda, (29/07/2021) Telah berkembang isu perihal revitalisasi pembangunan Pasar Rakyat Desa Jungjang Kec. Arjawinangun Kabupaten Cirebon, yang melibatkan pihak ketiga, yakni PT. Dumib, dianggap oleh beberapa pedagang mematok harga kios dan los yang terlalu mahal.

Ramai Disangka Gunakan Dana Sumbangan Untuk Anak Yatim, Berikut Klarifikasi Kuwu Desa Beber

Kab. Cirebon - Koran Pemuda, (04/07/2021) Sempat ramai dugaan Kuwu Desa Beber Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon, Momon memakan uang untuk dibagikan anak yatim. Dan sebagian warga memintanya mundur dari jabatan.

135 Desa di Kab. Cirebon Langsungkan Pilwu Serentak November 2021 Mendatang

Kab. Cirebon - Koran Pemuda, (30/03/2021) Dijelaskan H. Imam Ustadi, S.Si, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cirebon, 135 yang tersebar di 38 Kecamatan diwilayah Kabupaten Cirebon akan melangsungkan Pemilihan Kuwu (Pilwu) Serentak pada November 2021 mendatang

Perlu Diketahui, Sejak 2 Februari 2021 Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Telah Dihapus Digantikan Dengan PBG

Nasional - Koran Pemuda, (04/08/2021) Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghapus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan menggantinya dengan Persetujuan Bagunan Gedung (PBG).

Lagi-Lagi Bank BRI Dibawah Pimpinan Cabang Cirebon Diduga Bermasalah, Kini BRI Unit Klangenan Diduga Tak Terapkan Prinsip Kehati-hatian

Koran Pemuda, Cirebon (14/07/2020)
Dalam pemberian kredit kepada debitur, Bank diwajibkan menjalankan Prinsip Kehati-hatian Bank dan Prinsip Pemberian Kredit untuk mencegah dan menangani hal-hal yang tidak terduga dalam proses kredit nasabah.

Namun, lagi lagi Bank Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang berada dibawah pimpinan Cabang Cirebon diduga melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan. Bilamana dalam pemberitaan sebelumnya yang telah terbit di Koran Pemuda Indonesia bahwa Dugaan Oknum Bank  BRI KCP-Weru Cirebon Diduga Memberikan Keterangan Palsu ke OJK.

Kini tinggal Bank BRI Unit Klangenan dibawah pimpinan BRI Cabang Cirebon yang diduga memainkan data nasabah. Pasalnya, seorang ahli waris dari (alm) bapak Mukammad, yakni Maena warga Blok I Desa Jemaras Kidul Kecamatan Klangenan Kabupaten Cirebon telah mengecek Informasi Debitur atas nama (alm) Mukammad. dan dari hasil Informasi Debitur yang diterbitkan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon didapati (alm) Mukammad sudah tidak memiliki kredit apapun.


Namun, semasa hidupnya sekitar tahun 2009, (alm) Mukammad pernah memiliki kredit di Bank BRI Unit Klangenan Cirebon dengan agunan sertifikat atas nama Runa yang merupakan istri sah nya.

(Alm) Mukammad meninggal dunia pada tanggal 10 September 2010, pada hari Rabu, 8 Juli 2020. Saat kuasa pendampingan advokasi sosial dari Maena yang merupakan ahli waris dari (alm) Mukammad , mendatangi kantor BRI Unit Klangenan Cirebon untuk penyelesaian pengambilan agunan, ditolak oleh dugaan oknum pegawai yang BRI Unit Klangenan yang diketahui namanya Meta.

"Semua kegiatan perbankan jelas harus ada laporannya ke OJK, debitur atas nama (alm) Mukammad sudah tidak memiliki data kredit apapun yang dilihat dari informasi debitur yang diterbitkan OJK."Ujar Nashrun Amin, Kuasa dari Ahli Waris (alm) Mukammad

"Ketika almarhum meninggal dunia tentunya ada asuransi yang mengcover kreditnya, namun tanpa adanya data di OJK dugaan oknum pegawai BRI Unit Klangenan ini tetap meminta sejumlah nominal untuk pengambilan agunan."Lanjutnya

Terlebih saat proses kredit, Kartu Tanda Penduduk (KTP) debitur sudah tidak berlaku, pasalnya masa berlaku KTP debitur sampai tanggal 17 Desember 2003 dan penerimaan kredit pada tahun 2009, hal ini jelas diduga kuat oknum pegawai BRI Unit Klangenan saat itu tidak menerapkan Prinsip Kehati-hatian Bank dan Prinsip Pemberian Kredit Bank dalam memberikan kredit kepada nasabahnya.

(Tim)
Buka Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel