Koran Pemuda Indonesia
Anggota Komisi III DPRD Jabar, Husin, SE ; Manfaat Jika Cirebon Timur Mekar

Cirebon - Koran Pemuda, (21/02/2021) Husin, SE., Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat dari Fraksi Nasdem Perindo mengatakan, banyak manfaat yang didapat dari pemekaran suati daerah, termasuk wilayah timur Kabupaten Cirebon jika terjadi pemekaran

Bupati Lampung Barat Hadiri Pelantikan Pengurus FSPP di Ponpes Al-Ittihad

Lampung - Koran Pemuda, (21/02/2021) Pengurus Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Lampung Adakan Giat Pelantikan FSPP Kabupaten Lampung Barat

5 Rekomendasi Teh Untuk Meredakan Sembelit

Kesehatan - Koran Pemuda, (20/02/2021) Sembelit atau Konstipasi membuat orang tidak nyaman saat aktivitas buang air besar

Diduga Lakukan Kekerasan, ART di Probolinggo Laporkan Majikan ke Polres

Probolinggo - Koran Pemuda, (21/02/2021) Pariyem, seorang asisten rumah tangga, melaporkan majikannya ke Polres Probolinggo Kota atas dugaan tindak pidana penganiayaan

Mobil Petugas Diduga Dibakar Saat Ungkap Aktivitas Illegal Logging di Kalbar

Kalbar - Koran Pemuda, (14/02/2021) Mobil dinas milik Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Kalimantan Barat diduga dibakar orang tak dikenal

Debitur Sudah Meninggal Dunia, Akantetapi Dilaporkan Kesulitan Manajeman Dan Permasalah Tenaga Kerja Yang Diduga Dilaporkan Oleh Dugaan Oknum BRI KCP-Weru Cirebon Ke OJK

Koran Pemuda, Nasional (20/07/2020)

Bank Indonesia (BI) mengalihkan fungsi pengaturan, pengembangan dan pengelolaan Sistem Informasi Perkreditan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan. Pengalihan fungsi dimaksud ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) pengalihan fungsi, tugas, wewenang, dan tanggung jawab pengaturan, pengembangan dan pengelolaan Sistem Informasi Perkreditan. Pengalihan fungsi pengaturan, pengembangan dan pengelolaan sistem informasi perkreditan telah melalui masa transisi sejak 31 Desember 2013, dengan berjalannya pelaporan Sistem Informasi Debitur (SID) yang dikelola BI dan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang dikelola OJK secara paralel selama periode April-Desember 2017. Selama masa transisi tersebut, BI dan OJK telah melakukan koordinasi yang sangat baik, khususnya dalam penyempurnaan ketentuan dan pengelolaan SID serta penyusunan pengaturan dan pengembangan SLIK OJK.

Dengan pengalihan fungsi tersebut, BI menghentikan operasional dan layanan SID kepada seluruh Pelapor SID dan masyarakat sejak 31 Desember 2017. Selanjutnya, pengelolaan sistem informasi perkreditan hanya dilaksanakan oleh OJK melalui SLIK yang akan diimplementasikan secara penuh mulai 1 Januari 2018. SLIK merupakan salah satu infrastruktur yang sangat penting di sektor jasa keuangan yang dapat digunakan oleh pelaku industri untuk mitigasi risiko, khususnya risiko kredit sehingga dapat membantu menurunkan tingkat risiko kredit bermasalah. Selain itu, keberadaan SLIK juga mampu mendukung perluasan akses kredit/pembiayaan. Masyarakat yang bermaksud memperoleh Informasi Debitur Individual (IDI) di SLIK dapat mengunjungi kantor – kantor OJK baik di pusat maupun daerah.

Akan tetapi, dugaan oknum karyawan BRI KCP-Weru Cirebon dibawah pimpinan BRI Cabang Cirebon - Kartini diduga memberikan keterangan palsu kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pasalya, debitur atas nama (alm) H. Rusdi yang menjadi nasabah BRI KCP-Weru Cirebon, yang sudah meninggal dunia diduga tidak dilaporkan meninggal dunia melainkan dilaporkan mecet kreditnya dikarenakan permasalahan manajemen dan permasalahan tenaga kerja.

Hal tersebut diketahui setelah salah satu ahli waris (alm) H. Rusdi mengecek Informasi Debitur atas nama (alm) H. Rusdi di Kantor OJK Cirebon, 10 Maret 2020. dari Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) sampai dengan tanggal 25 Januari 2020, debitur atas nama (alm) H. Rusdi tidak dilaporkan meninggal dunia, padahal (alm) H. Rusdi telah meninggal dunia pada tanggal 1 Februari 2018.

Atas hal tersebut, dugaan oknum karyawan BRI KCP - Weru dibawah pimpinan BRI Cabang Cirebon - Kartini diduga kuat memberikan keterangan palsu kepada Otoritas Jasa Keuangan.


Pihak ahli waris (alm) H. Rusdi pun sudah mengirim surat pengaduan kepada Otoritas Jasa Keuangan Cirebon dan Otoritas Jasa Keuangan Pusat, dan Otoritas Jasa Keugan Pusat telah membalas surat ahli waris (alm) H. Rusdi, bahwa Otoritas Jasa Keuangan mengharapkan untuk menyampaikan laporan kepada pihak Kepolisian RI, atas kejadian tersebut.

Akan tetapi anehnya, BRI Cabang Cirebon - Kartini malah mengirim surat tembusan kepada ahli waris (alm) H. Rusdi atas surat yang ditujukan kepada Kepala Kantor OJK Cirebon yang ditanda tangani oleh Pimpinan Cabang BRI Cabang Cirebon - Kartini, yang dimana dalam isi surat tersebut tertuliskan bahwa terkait nama (alm) H. Rusdi masih dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) walaupun sudah meninggal dunia menurut BRI Cabang Cirebon - Kartini hal tersebut sudah sesuai dengan keadaan sebenarnya.

Pihak alhi waris (alm) H. Rusdi akan segera mengambil proses hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan diharap DPRD Kabupaten Cirebon maupun DPR Republik Indonesia sebagai fungsi pengawas segera mengambil tindakan atas hal tersebut.

(Red)
Buka Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel