Koran Pemuda Indonesia
Anggota Komisi III DPRD Jabar, Husin, SE ; Manfaat Jika Cirebon Timur Mekar

Cirebon - Koran Pemuda, (21/02/2021) Husin, SE., Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat dari Fraksi Nasdem Perindo mengatakan, banyak manfaat yang didapat dari pemekaran suati daerah, termasuk wilayah timur Kabupaten Cirebon jika terjadi pemekaran

Bupati Lampung Barat Hadiri Pelantikan Pengurus FSPP di Ponpes Al-Ittihad

Lampung - Koran Pemuda, (21/02/2021) Pengurus Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Lampung Adakan Giat Pelantikan FSPP Kabupaten Lampung Barat

5 Rekomendasi Teh Untuk Meredakan Sembelit

Kesehatan - Koran Pemuda, (20/02/2021) Sembelit atau Konstipasi membuat orang tidak nyaman saat aktivitas buang air besar

Diduga Lakukan Kekerasan, ART di Probolinggo Laporkan Majikan ke Polres

Probolinggo - Koran Pemuda, (21/02/2021) Pariyem, seorang asisten rumah tangga, melaporkan majikannya ke Polres Probolinggo Kota atas dugaan tindak pidana penganiayaan

Mobil Petugas Diduga Dibakar Saat Ungkap Aktivitas Illegal Logging di Kalbar

Kalbar - Koran Pemuda, (14/02/2021) Mobil dinas milik Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Kalimantan Barat diduga dibakar orang tak dikenal

Hiruk Pikuk Nelayan Desa Citemu Ditengah Wabah Covid-19

Koran Pemuda, Cirebon (10/05/2020)
Ditengah maraknya penyebaran wabah virus Corona/Covid-19 , ditambah penerapan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di wilayah Kabupaten Cirebon sangat berdampak besar bagi para nelayan di Desa Citemu Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon.

Ada sekitar 250 Kapal di Desa Citemu ini magrak tidak berangkat berlayar dikarenakan kesusahan dalam menjual hasil tangkapan, ditambah biaya operasional dan harga bahan bakar (solar) yang tidak sebanding dengan hasil yang didapat membuat para nelayan di Desa Citemu semakin kekusahan.


Sudah sekitar dua bulan sejak maraknya pandemi Covid-19, hanya satu dua kapal yang berangkat berlayar dari galangan kapal di Desa Citemu ini, sebelumnya semua kapal di galangan ini selalu berangkat berlayar, hanya satu dua yang tidak berlayar setiap harinya.

"Akibat adanya Covid-19 ini , semua harga jual tangkapan menurun, seperti kepiting itu biasanya dijual untuk ekspor, akan tetapi karena adanya virus ini jadi tidak bisa ekspor dan alhasil dijual dengan harga lokal. Jelas ini tidak sebanding dengan biaya operasional dan harga solar yang dikeluarkan." Ujar Bapak Warsita, selaku Ketua Nelayan Desa Citemu

"Ya kami berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, maupun Pemerintah Pusat, untuk menyalurkan bantuan khusus nelayan berupa sembako, solar, atau apapun. Karena jelas khusus nelayan ini perlu perhatian akibat dampak Covid-19." Lanjutnya


"Hasil tangkapan juga sekarang saangat susah menjualnya, harus dijual secara online itu juga konsumen hanya maunya yang besar-besarnya saja." Papar nelayan Desa Citemu kepada Koran Pemuda Indonesia

(Nashrun) 
Buka Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel