Koran Pemuda Indonesia
Anggota Komisi III DPRD Jabar, Husin, SE ; Manfaat Jika Cirebon Timur Mekar

Cirebon - Koran Pemuda, (21/02/2021) Husin, SE., Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat dari Fraksi Nasdem Perindo mengatakan, banyak manfaat yang didapat dari pemekaran suati daerah, termasuk wilayah timur Kabupaten Cirebon jika terjadi pemekaran

Bupati Lampung Barat Hadiri Pelantikan Pengurus FSPP di Ponpes Al-Ittihad

Lampung - Koran Pemuda, (21/02/2021) Pengurus Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Lampung Adakan Giat Pelantikan FSPP Kabupaten Lampung Barat

5 Rekomendasi Teh Untuk Meredakan Sembelit

Kesehatan - Koran Pemuda, (20/02/2021) Sembelit atau Konstipasi membuat orang tidak nyaman saat aktivitas buang air besar

Diduga Lakukan Kekerasan, ART di Probolinggo Laporkan Majikan ke Polres

Probolinggo - Koran Pemuda, (21/02/2021) Pariyem, seorang asisten rumah tangga, melaporkan majikannya ke Polres Probolinggo Kota atas dugaan tindak pidana penganiayaan

Mobil Petugas Diduga Dibakar Saat Ungkap Aktivitas Illegal Logging di Kalbar

Kalbar - Koran Pemuda, (14/02/2021) Mobil dinas milik Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Kalimantan Barat diduga dibakar orang tak dikenal

Petani Majalengka Diduga Akan Kesulitan Pupuk Subsidi ; Karena Diduga Banyak Oknum Toko Pupuk Bermain

Koran Pemuda, Majalengka (30/04/2020)
Disaat pasca panen, menjelang masa tanam padi kedua, disela-sela penyebaran wabah virus corona/covid-19 diduga banyak pemain pupuk menghalalkan berbagai macam cara untuk meraup keuntungan yang luput dari perhatian publik dan fungsi pengawasan kontrol sosial.

Seperti dugaan penjualan pupuk bersubsidi yang akan bergulir pada masa tanam kedua, diduga dijual dengan cara di ecer dengan kemasan tanpa merk, yang terjadi di Kabupaten Majalengka, saat tim Koran Pemuda Indonesia menawarkan pemasangan berita promo ke sebuah Toko Pupuk, yakni Toko Pupuk Patani Makmur yang terletak di Jl. Leuwimunding - Palasah Desa Heuleut Kabupaten Majalengka diduga mengecer Pupuk yang sebelumnya bermerk dalam karung menjadi pupuk eceran dengan berbagai ukuran, takaran, dan kemasan yang tidak bermerk, hingga Tim Koran Pemuda Indonesia mengurungkan penawaran promo dikarenakan didapati temuan tersebut.


Diduga kuat pupuk yang diecer oleh Toko Pupuk Patani Makmur tersebut adalah pupuk bersubsidi dalam karung dengan berbagai merk, akan tetapi diduga kuat oleh oknum pemilik toko dikemas secara ecer dan dijual dengan harga yang tinggi demi meraup keuntungan berlebih serta diduga pula kegiatan tersebut tanpa seizin pemilik merk dengan bukti kemasan polos.


Dugaan kegiatan tersebut jelas sangat merugikan para petani dikarenakan kenaikan selisih harga. Saat dikonfirmasi Tim Koran Pemuda Indonesia, pemilik Toko Pupuk Patani Makmur sedang tidur dan tidak berada ditoko, hanya ada penjaga toko saja yang merupakan isterinya akan tetapi enggan menyebutkan namanya, dan Tim Koran Pemuda Indonesia dijanjikan akan diberi keterangan pukul 17.00 WIB, akan tetapi sampai berita ini diterbitkan pemilik toko belum memberikan keterangan apapun terkait dugaan tersebut, saat dihubungi melalui telfon seluler pada nomer yang tercantum di spanduk/banner toko, pihak Toko Pupuk Patani Makmur tidak menjawab ataupun menelfon balik.


Berdasarkan Peraturan Menteri (Permentan) No 01 Tahun 2020 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2020 ,BAB I Pasal 1 ayat (11)  Pengecer Resmi adalah penyalur di Lini IV sesuai ketentuan Peraturan Menteri Perdagangan Tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian, dan Pasal 1 ayat (8) Harga Eceran Tertinggi selanjutnya disebut HET adalah harga Pupuk Bersubsidi yang ditetapkan oleh Menteri untuk dibeli oleh petani atau kelompok tani secara tunai dalam kemasan tertentu di Penyalur Lini IV.




Dalam data berupa foto yang berhasil dihimpun Tim Koran Pemuda Indonesia, terlihat dalam Toko Pupuk Patani Makmur, diduga menyediakan pupuk bersubsidi dengan kemasan kurang lebih sekitar 10 Kg. Maka diduga oknum pemilik Toko Pupuk Patani Makmur tidak mentaati Peraturan Menteri (Permentan) No 01 Tahun 2020 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2020, Pasal 16 ayat (1) Kemasan Pupuk bersubsidi dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, ayat (2) Pemberian warna tertentu sebagai pembeda antara Pupuk Bersubsidi dan non subsidi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hal ini diduga pula melanggar Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 08 Tahun 1999Tentang Perlindungan Kosumen Pasal 62 ayat (1) Pelaku usaha yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, Pasal 9, Pasal 10, Pasal 13 ayat (2), Pasal 15, Pasal 17 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf c, huruf e, ayat (2), dan Pasal 18 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah). Karena diduga berpotensi pada pengurangan takaran, ukuran dan timbangan, serta kemasan yang diduga tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan, hal tersebut sebagaimana dimaksud pada Undang-Undang Tentang Metrologi Legal Nomor 02 Tahun 1981. Hal ini sangat penting diketahui para petani agar tidak dirugikan sebagai konsumen pupuk bersubsidi.

Bupati Kabupaten Majalengka, Dr. H. Karna Sobahi, M.M.Pd., saat dimintai keterangan melalui Whatsapp oleh Tim Koran Pemuda Indonesia, akan mengarahkan kepada Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian Dan Perikanan Kabupaten Majalengka, agar lebih detail menjelaskannya.

(Red)
Buka Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel