Koran Pemuda Indonesia
Uang Dalam Rekening Tiba-tiba Hilang, Nasabah Bank BNI Cabang Cirebon Lapor ke Polisi

Cirebon - Koran Pemuda, (14/04/2021) Seorang nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Cirebon, Neneng merasa kehilangan uang tabungannya yang berada didalam rekening

Selesai di Revitalisasi, Gubernur Jabar Resmikan dan Persilahkan Warga Cirebon Nikmati Keindahan Alun-alun Kejaksan

Kota Cirebon - Koran Pemuda, (22/04/2021) Revitalisasi Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon sudah rampung. Masyarakat Cirebon kini dapat menikmati wajah baru Alun-alun Kejaksan

Belasan Rumah di Jatiyoso Kab. Karanganyar Tertimbun Longsor, Balai Desa Wonokeling Hampir Rata Dengan Tanah

Karanganyar - Koran Pemuda, (02/01/2021) Tanah longsor terjadi di Desa Wonokeling Kecamatan Jatiyoso Kabupaten Karanganyar akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Jatisoyo Kamis sore (01/04/2021) hingga malam hari

135 Desa di Kab. Cirebon Langsungkan Pilwu Serentak November 2021 Mendatang

Kab. Cirebon - Koran Pemuda, (30/03/2021) Dijelaskan H. Imam Ustadi, S.Si, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cirebon, 135 yang tersebar di 38 Kecamatan diwilayah Kabupaten Cirebon akan melangsungkan Pemilihan Kuwu (Pilwu) Serentak pada November 2021 mendatang

Paguyuban Wartawan Cirebon Raya (PWCR) Jalin Sinergitas Dengan DPP FSPC

Cirebon - Koran Pemuda, (28/03/2021) Paguyuban Wartawan Cirebon Raya (PWCR) yang diketuai oleh Sudarto, bersilaturahmi dan jalin sinergitas dengan Forum Silaturahmi Pemuda Cirebon (FSPC) untuk membangun Cirebon menuju arah yang lebih baik.

Mengenal Tradisi Surak (Saweran) Di Masyarakat Cirebon

Koran Pemuda. Nasional (07/04/2020)
  Tradisi Saweran atau masyarakat Cirebon biasa menyebutnya sebagai Surak berasal dari tanah pasundan.Tradisi Surak sendiri telah diwariskan turun-temurun oleh nenek moyang dan sampai sekarang masyarakat masih tetap konsisten menjalankan tradisi tersebut, mengingat prosesinya yang unik dan mengandung petuah-petuah dari para leluhur.

  Awalnya tradisi Surak hanya dilakukan pada saat upacara perkawinan adat namun sampai sekarang berbagai macam acara atau tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Cirebon selalu diakhiri dengan Surak sebagai rasa syukur.


  Surak sendiri diartikan oleh masyarakat untuk mengekspresikan rasa bersyukur kepada tuhannya dan berbagi rasa kebahagiaan kepada sesama masyarakat atas kenikmatan atau terjadinya peristiwa besar. Masyarakat  khususnya anak-anak biasanya berkumpul ditempat atau dirumah orang yang akan melaksanakan Surak dan berebut menangkap atau mengumpulkan barang-barang yang di lemparkan.

  Barang-barang yang ada dalam Surak sendiri biasanya berisi uang koin, beras, kunyit, dan permen. Masing-masing barang tersebut memiliki arti tersendiri, uang sebagai simbol kemakmuran, beras sebagai simbol kesejahteraan, kunyit dianalogikan sebagai obat atau masakan, permen diartikan sepahit apapun hidup dapat diselesaikan dengan manis. Namun, seiring berjalannya waktu masyarakat menggunakan uang kertas, mie instan, sabun atau deterjen dan jajanan lainnya.

(Trie Utami)
Buka Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel