Koran Pemuda Indonesia
Anggota Komisi III DPRD Jabar, Husin, SE ; Manfaat Jika Cirebon Timur Mekar

Cirebon - Koran Pemuda, (21/02/2021) Husin, SE., Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat dari Fraksi Nasdem Perindo mengatakan, banyak manfaat yang didapat dari pemekaran suati daerah, termasuk wilayah timur Kabupaten Cirebon jika terjadi pemekaran

Bupati Lampung Barat Hadiri Pelantikan Pengurus FSPP di Ponpes Al-Ittihad

Lampung - Koran Pemuda, (21/02/2021) Pengurus Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Lampung Adakan Giat Pelantikan FSPP Kabupaten Lampung Barat

5 Rekomendasi Teh Untuk Meredakan Sembelit

Kesehatan - Koran Pemuda, (20/02/2021) Sembelit atau Konstipasi membuat orang tidak nyaman saat aktivitas buang air besar

Diduga Lakukan Kekerasan, ART di Probolinggo Laporkan Majikan ke Polres

Probolinggo - Koran Pemuda, (21/02/2021) Pariyem, seorang asisten rumah tangga, melaporkan majikannya ke Polres Probolinggo Kota atas dugaan tindak pidana penganiayaan

Mobil Petugas Diduga Dibakar Saat Ungkap Aktivitas Illegal Logging di Kalbar

Kalbar - Koran Pemuda, (14/02/2021) Mobil dinas milik Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Kalimantan Barat diduga dibakar orang tak dikenal

PT. Trinanda Selaras Lestari Diduga Tidak Beri Gaji Selama Empat Bulan Serta Diduga Menahan Uang Deposit Milik ABK

Koran Pemuda, Nasional (23/03/2020)
  Depriyono (31), warga Desa Pekantingan Kecamatan Klangenan Kabupaten Cirebon Anak Buah Kapal (ABK) Long Line FV. Zhong Yang 12 merasa dirugikan oleh perusahaan penyalur tenaga kerja luar negeri, yakni PT. Trinanda Selaras Lestari (TSL). Pasalnya, dalam Perjanjian Kerja Laut Nomor 02/TSL/PKL/III/19, tertanggal 20 Maret 2019 antara Depriyono selaku pekerja dengan R.Rohyadi Atmaja selaku pihak PT. Trinanda Selaras Lestari telah disepakati perjanjian kerja selama 24 Bulan dengan gaji per bulannya 470,00USD


  Akan tetapi setelah bekerja selama satu tahun (12 Bulan) Depriyono dipulangkan diduga tanpa alasan yang jelas, baik dari pihak kapal maupun perusahaan penyalur tenaga kerjanya. Dan diduga pula pihak PT. Trinanda Selaras Lestari yang beralamatkan di Komp. Wijaya Graha Puri Blok H-35, Jl. Wijaya II, Jakarta menahan atau diduga tidak memberikan Gaji selama 4 bulan milik Depriyono.

  Depriyono dipulangkan tanggal 04 Maret 2020, dan sampai di Indonesia tanggal 06 Maret 2020. Sesampainya di Jakarta, Depriyono membuat surat PAP, yang berisi pernyataan telah selamat sampai negara asal dan diberi ongkos untuk pulang kerumah sebesar Rp.3.000.000,- serta tanpa alasan lebih lanjut terkait dirinya dipulangkan.

  Selain diduga menahan atau tidak memberikan gaji selama 4 (empat) bulan kepada Depriyono pihak  PT. Trinanda Selaras Lestari juga diduga pula tidak memberikan uang deposit jaminan sebesar 800,00 SD, yang diambil dari sistem potong gaji 100,00USD  per bulannya. Uang deposit tersebut seharusnya menjadi hak Depriyono ketika pulang ke Negara asalnya.


  Pihak PT. Trinanda Selaras Lestari saat dikonfirmasi oleh Depriyono melalui WhatsApp terakait Gaji dan uang depositnya yang belum diberikan, diduga pihak PT. Trinanda Selaras Lestari saling tuding satu sama lain bahkan dengan pihak agency luar negeri.

  "Jelas saya merasa dirugikan dengan adanya kejadian ini, pertama kontrak kerja yang seharusnya dua tahun, ini baru satu tahun saya dipulangkan tanpa ada alasan yang jelas. Sudah banyak tanggungan yang akan saya selesaikan dengan upah dari kontrak tersebut." Ujar Depriyono kepada koranpemuda.com

  "Yang kedua, sampai saat ini gaji saya selama empat bulan juga belum diberikan, diduga ditahan oleh pihak PT.TSL, dan uang deposit jaminan saya sebesar 800USD, yang dipotong dari gaji bulanan saya sebesar 100USD per bulan juga belum diberikan dan diduga pula ditahan oleh pihak PT.TSL, yang seharusnya diberikan ketika saya kembali ke negeri asal. Yang lebih parah, pihak PT.TSL sendiri saat saya tanyakan melalui whatsapp terkait gaji dan uang deposit saya, pihak PT.TSL seakan akan saling melempar bola satu sama lain, hingga ada salah satu karyawan PT. TSL yang memberikan keterangan kepada saya bahwa belum dikirm dari pihak agency." Lanjut Depriyono

  "Atas kerugian-kerugian saya dan dugaan-dugaan kepada pihak PT. Trinanda Selaras Lestari, saya akan mengambil tindakan hukum untuk melaporkan kejadian ini kepada BNP4TKI dan dinas-dinas terakit bahkan jika ditemukan ada unsur pidana akan saya serahkan kepada pihak kepolisian."Tegasnya

(Red)
Buka Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel