Koran Pemuda Indonesia
Anggota Komisi III DPRD Jabar, Husin, SE ; Manfaat Jika Cirebon Timur Mekar

Cirebon - Koran Pemuda, (21/02/2021) Husin, SE., Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat dari Fraksi Nasdem Perindo mengatakan, banyak manfaat yang didapat dari pemekaran suati daerah, termasuk wilayah timur Kabupaten Cirebon jika terjadi pemekaran

Bupati Lampung Barat Hadiri Pelantikan Pengurus FSPP di Ponpes Al-Ittihad

Lampung - Koran Pemuda, (21/02/2021) Pengurus Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Lampung Adakan Giat Pelantikan FSPP Kabupaten Lampung Barat

5 Rekomendasi Teh Untuk Meredakan Sembelit

Kesehatan - Koran Pemuda, (20/02/2021) Sembelit atau Konstipasi membuat orang tidak nyaman saat aktivitas buang air besar

Diduga Lakukan Kekerasan, ART di Probolinggo Laporkan Majikan ke Polres

Probolinggo - Koran Pemuda, (21/02/2021) Pariyem, seorang asisten rumah tangga, melaporkan majikannya ke Polres Probolinggo Kota atas dugaan tindak pidana penganiayaan

Mobil Petugas Diduga Dibakar Saat Ungkap Aktivitas Illegal Logging di Kalbar

Kalbar - Koran Pemuda, (14/02/2021) Mobil dinas milik Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Kalimantan Barat diduga dibakar orang tak dikenal

Pemuda 25 Tahun Jadikan Desa SItuwangi Objek Wisata Mempesona



Koran Pemuda, Nasional (13/03/2020)
  Sudah beberapa bulan ini, akun instagram milik “Patria Prima Putra” terasa seru dan berbeda. Pemuda yang baru berusia 25 tahun ini ternyata sedang asyik membangun sebuah rumah sederhana impiannya, di lahan yang cukup luas dengan pemandangan indah, di Desa Situwangi, Kabupaten Bandung Barat, Kecamatan Cihampelas.

  Berbeda dari anak seumurannya, yang senang membeli mobil sport atau rumah di komplek mewah, Patria justru menjatuhkan pilihannya berinvestasi. Ia membangun sebuah rumah sederhana menggunakan bambu dengan kolam ikan, serta memelihara hewan seperti kambing, sapi dan kuda.

  Ternyata tidak hanya membuat rumah untuk pribadi, ia juga membantu pemerintah setempat dalam menyediakan akses jalan sepanjang 2 KM. Saat dijumpai di kediamannya di Bandung, ia mengaku   bahwa sebelumnya perencanaan pembangunan jalan di daerah tersebut telah terbengkalai puluhan tahun.

  Padahal tanah yang ingin dijadikan jalan sebenarnya sudah dibeli oleh pihak desa lebih dari 10 tahun yang lalu. Namun ada saja oknum yang mempersulit dan menekan pemerintah desa untuk mengeluarkan uang lagi.

  Akhirnya, Patria dengan cepat, langsung membeli beberapa lahan di sana dan menghibahkan beberapa ribu meter tanahnya untuk dijadikan jalan. Hingga akhirnya proses pembuatan jalan yang telah terhambat puluhan tahun ini, kini telah menemukan titik terangnya. 
Patria mengaku bahwa ia tidak sendiri dalam membangun jalan tersebut. Ia juga dibantu oleh Lurah setempat yang sangat cepat tanggap dalam pembangunan`

  Jadi dari pagi sampai sore, alat-alat berat digunakan untuk merapikan tanah pribadinya. Kemudian pada malam hari hingga subuh, alat berat tersebut digunakan untuk merapikan lapangan bola, membuat jalan, serta membuat destinasi seperti lapangan ketangkasan domba, hingga kolam pemancingan milik desa.

Tidak lain tidak bukan itu semua ia lakukan agar Desa Situwangi memiliki banyak lapangan pekerjaan. Patria pun mengatakan bahwa ia ingin desa ini memiliki magnet wisata agar banyak orang dapat datang ke sini. Ketika banyak orang yang datang ke sini, maka para penduduk bisa berjualan untuk menambah penghasilannya.

  Ternyata, hal ini sudah terbukti dari mulai ramainya orang berfoto di dekat rumah yang Patria bangun. Bahkan para pecinta trail pun diberikan ruang untuk bermain di sana, yang alhasil membuat beberapa penduduk mulai berjualan dan bisa mengantongi 300-500 ribu rupiah perharinya, setiap sabtu dan minggu.


  Jangka panjangnya, Patria memiliki keinginan untuk membuat daerah tersebut dapat dikunjungi oleh lebih banyak orang lagi dan membuat perekonomian semakin berkembang. Ia mengatakan jika lahan ini dijadikan tambang, hanya segelintir orang yang akan merasakan dampaknya. Namun jika dijadikan tempat wisata, kita tanpa sadar tetap menjaga dan memelihara lingkungan.

  Mimpi Patria sangatlah sederhana, yaitu bagaimana caranya saat kita membuat rumah pribadi, kita juga memberikan sesuatu ke masyarakat sekitar. Ia pun mengatakan alasannya menghibahkan tanah ribuat meter itu.

  "Kalau tempat ibadah cuma pemeluk agama tertentu yang bisa menikmatinya. Kalau dibuat jalan, petani yang dulunya manggul beban puluhan kilo saat panen sekarang sudah bisa naik motor mengangkut panen, bahkan kasarnya mungkin kalo ada anjing cari makan lewat jalan tersebut kita pun bisa dapat pahalanya.” 

  Dengan sepak terjang yang Patria telah buat, banyak orang yang terheran-heran siapa sosok pemuda ini. Patria adalah anak muda yang merintis usaha dari pinggir jalan saat masih berusia 16 tahun. Di umur 19 tahun, ia telah mendapatkan penghargaan sebagai “Pemuda Pelopor dari Kementrian Pemuda dan Olahraga saat masih di kota Jambi.”

  Saat berumur 20 tahun ia berhasil mendapatkan penghargaan Juara 1 Nasional dari Kementrian Pendidikan dalam ajang PMW (program mahasiswa wirausaha yang diikuti 70 lebih universitas di indonesia). Bahkan di umurnya yang ke  22 tahun, ia berhasil mendapatkan penghargaan Juara 1 Nasional Wirausaha Muda Mandiri dari 6000 pengusaha muda di seluruh Indonesia.

  Bahkan sejak umur 18 tahun walaupun saat itu Patria masih menjadi mahasiswa, ia sudah diundang sebagai dosen tamu di universitas-universitas ternama di Indonesia, sebut saja Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Universitas Sriwijaya, Universitas Islam Indonesia dan puluhan universitas lainnya di Indonesia.

  Saat kami bertanya kenapa ia melakukan hal yang tak banyak anak muda seusianya lakukan, ia hanya menjawab “karena hidup cuma sekali, saya cuma berusaha menjadi berarti sebelum meninggal.”

(red)

Buka Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel