Koran Pemuda Indonesia
Anggota Komisi III DPRD Jabar, Husin, SE ; Manfaat Jika Cirebon Timur Mekar

Cirebon - Koran Pemuda, (21/02/2021) Husin, SE., Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat dari Fraksi Nasdem Perindo mengatakan, banyak manfaat yang didapat dari pemekaran suati daerah, termasuk wilayah timur Kabupaten Cirebon jika terjadi pemekaran

Bupati Lampung Barat Hadiri Pelantikan Pengurus FSPP di Ponpes Al-Ittihad

Lampung - Koran Pemuda, (21/02/2021) Pengurus Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Lampung Adakan Giat Pelantikan FSPP Kabupaten Lampung Barat

5 Rekomendasi Teh Untuk Meredakan Sembelit

Kesehatan - Koran Pemuda, (20/02/2021) Sembelit atau Konstipasi membuat orang tidak nyaman saat aktivitas buang air besar

Diduga Lakukan Kekerasan, ART di Probolinggo Laporkan Majikan ke Polres

Probolinggo - Koran Pemuda, (21/02/2021) Pariyem, seorang asisten rumah tangga, melaporkan majikannya ke Polres Probolinggo Kota atas dugaan tindak pidana penganiayaan

Mobil Petugas Diduga Dibakar Saat Ungkap Aktivitas Illegal Logging di Kalbar

Kalbar - Koran Pemuda, (14/02/2021) Mobil dinas milik Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Kalimantan Barat diduga dibakar orang tak dikenal

Kenaikan Dana BOS, Dinilai Belum Mampu Menaikkan Kesejahteraan Guru Honorer



Koran Pemuda, Bandung (12/03/2020)
  Rencana kenaikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada tahun 2020, dinilai belum mampu meningkatkan kesejahteraan guru honorer yang selama ini belum sejahtera khususnya di Kabupaten Bandung, Jawa Barat . Rata-rata, kenaikannya hanya 50 persen dari gaji perbulan yang diterima para guru honorer. Dari sebelumnya guru honorer menerima gaji sebesar Rp 300 ribu per bulan, naiknya hanya sekitar Rp 450 ribu per bulan.

  Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung, Juhana mengatakan, besaran dana BOS itu dilihat dari jumlah siswanya sebagai aplikasi penerima dan,  jumlah guru pengajar termasuk guru honorer.

  Jumlah guru dan murid sekolah yang bertempat di daerah pelosok jauh berbeda dengan sekolah di perkotaan. Kenyataan ini akan membedakan jumlah pembayaran yang akan diterimanya,” kata Juhana saat ditemui di Kantor Disdik Kabupaten Bandung, Soreang, Kamis (20/2/2020).

  “Diberlakukannya pembayaran gaji sistem Transfer Non Tunai (TNT). Kondisi tersebut akan membuat para guru honorer kesulitan untuk mencairkan gajinya, terutama yang tinggal dan mengajar di daerah pelosok. Bisa dibayangkan para guru itu harus membayar ojek atau kendaraan umum untuk akses menuju perkotaan guna mengambil gajinya. Sudah pasti dengan biaya untuk operasional pengambila gaji, kebutuhannya semakin bertambah.” Lanjutnya

  “Kami berencana akan meminta kebijakan Pemerintah Kabupaten Bandung, agar para guru di pelosok bisa dibayar tunai gajinya tanpa melalui TNT, agar dapat mengurangi biaya operasional dari guru honorer yang tinggal dan mengajar didaerah pelosok.” Paparnya

  Ketika ditanyakan mengenai kenaikan dana BOS apakah bisa meningkatkan proses kegiatan belajar mengajar, menurut Juhana, itu tergantung dari sekolahnya sendiri, karena dana BOS itu hanya berupa bantuan bukan untuk penjamin peningkatan pembelajaran.

  “Saya mengimbau kepada semua guru non PNS untuk tidak cemburu sosial terhadap rekan-rekan lainnya. Ada alternatif lain bagi guru Non PNS, seperti membuka les privat atau mencari pekerjaan sampingan guna memenuhi kebutuhannya. Selama tidak mengganggu kerjanya sebagai guru.Ungkapnya

Laporan : M.Syukron

Buka Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel