Koran Pemuda Indonesia
Anggota Komisi III DPRD Jabar, Husin, SE ; Manfaat Jika Cirebon Timur Mekar

Cirebon - Koran Pemuda, (21/02/2021) Husin, SE., Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat dari Fraksi Nasdem Perindo mengatakan, banyak manfaat yang didapat dari pemekaran suati daerah, termasuk wilayah timur Kabupaten Cirebon jika terjadi pemekaran

Bupati Lampung Barat Hadiri Pelantikan Pengurus FSPP di Ponpes Al-Ittihad

Lampung - Koran Pemuda, (21/02/2021) Pengurus Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Lampung Adakan Giat Pelantikan FSPP Kabupaten Lampung Barat

5 Rekomendasi Teh Untuk Meredakan Sembelit

Kesehatan - Koran Pemuda, (20/02/2021) Sembelit atau Konstipasi membuat orang tidak nyaman saat aktivitas buang air besar

Diduga Lakukan Kekerasan, ART di Probolinggo Laporkan Majikan ke Polres

Probolinggo - Koran Pemuda, (21/02/2021) Pariyem, seorang asisten rumah tangga, melaporkan majikannya ke Polres Probolinggo Kota atas dugaan tindak pidana penganiayaan

Mobil Petugas Diduga Dibakar Saat Ungkap Aktivitas Illegal Logging di Kalbar

Kalbar - Koran Pemuda, (14/02/2021) Mobil dinas milik Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Kalimantan Barat diduga dibakar orang tak dikenal

Belanda Kembalikan Keris Pangeran Diponogoro Ke Pemerintah RI


Koran Pemuda , Nasional (12/03/2020)
  Belanda telah mengembalikan Keris milik Pahwalan Nasional Republik Indonesia, yakni Keris Pangeran Diponogoro, keris tersebut dikembalikan ke Indonesia dan diterima oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi).

  Keris Pangeran Diponogoro, dipajang di ruangan Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/3/2020), setelau Jokowi dan Raja Belanda Willem usai memberikan pernyataan bersama, mereka melihat keris tersebur yang dipajang didalam kaca, kemudian berfoto bersama dengan background Keris Pangeran Diponegoro. Kini keris Pangeran Diponogoro resmi diterima oleh pemerintah Indonesia.

  Informasi dari situs resmi pemerintah Belanda, bahwa  keris Pangeran Diponogoro yang diketahui berwarna hitam dengan ukiran berlapis emas itu sempat dikabarkan hilang. Lalu keris tersebut akhirnya dapat diidentifikasi setelah dilakukannya penelitian di Museum Volkenkunde Leiden – Belanda.



  Keris tersebut awalnya  diserahkan pemerintah Belanda kepada Duta Besar Indonesia,Gusti Agung Wesaka Puja pada Selasa (10/3).
"Saya bahagia bahwa penelitian mendalam ini, yang diperkuat ahli Belanda dan Indonesia, menjelaskan bahwa ini adalah keris yang dicari-cari selama ini. Sekarang keris ini dikembalikan ke negeri asalnya: Indonesia," ujar Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda Inggrid van Engelshoven.

  Pada tahun 1975, sebuah komite ahli Belanda dan Indonesia membuat perjanjian tentang transfer benda-benda budaya yang berkaitan dengan orang-orang penting secara historis sejarah Indonesia ke Pemerintah Republik Indonesia. Dalam hal ini, berbagai benda milik Pangeran Diponegoro kembali pada akhir 1970-an, seperti tombak dan pelana.

  Akantetapi keris Pangeran Diponogoro yang dimaksud sudah hilang pada saat itu, sehingga tidak dapat dikembalikan. Atas dasar perjanjian 1975, Menteri Van Engelshoven telah memutuskan memindahkan keris, yang merupakan bagian dari Koleksi Seni Nasional Belanda, kepada Pemerintah Republik Indonesia.

  Terkait dengan perjanjian yang dibuat pada 1975, perkara ini ditangani secara khusus dan terpisah dari pembuatan kebijakan yang berkaitan dengan penanganan koleksi kolonial dan Komite Koleksi Kolonial Nasional di bawah Dewan untuk Budaya.

(Red)

Buka Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel